Kab. Bone Bolango

Penggantian Nama Gedung Banthayo Li Mbui: Urgensi Dipertanyakan, Ismet Baiknya Fokus Tunaikan Janji

×

Penggantian Nama Gedung Banthayo Li Mbui: Urgensi Dipertanyakan, Ismet Baiknya Fokus Tunaikan Janji

Share this article
Penggantian Nama Gedung Banthayo Li Mbui_ Urgensi Dipertanyakan, Ismet Baiknya Fokus Tunaikan Janji
Gedung Banthayo Li Mbui yang kini berganti nama menjadi BPU Kabila.

Hargo.co.id, GORONTALO – Penggantian nama gedung pertemuan yang ada di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango menuai sorotan.

Berita Terkait:  Teken MoU dengan Intiwhiz Hospitality Management, Merlan: Harus Beri Nilai Plus

Gedung itu, dulunya bernama Banthayo Li Mbui. Belakangan diganti oleh Pemkab Bone Bolango yang kini dipimpin Ismet Mile sebagai bupati dan Risman Tolingguhu sebagai wakilnya, menjadi BPU Kabila. Penggantian ini dinilai adanya unsur dendam politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) kemarin, yang belum habis.

“Dendam politik Pak Ismet Mile sepertinya masih ada dengan mengganti nama gedung itu. Kan yang beri nama sebelumnya, Ibu Merlan,” tukas Frengki Uloli, Rabu (27/8/2025).

Berita Terkait:  Merlan Tanam Pohon Tabebuya di Danau Perintis, Upaya Mempercantik Destinasi Wisata Unggulan

Dia juga mempertanyakan urgensi dari mengganti nama gedung itu. Apakah lebih mendesak dari pada merealisasikan program yang dijanjikan Ismet Mile saat kampanye lalu.

Ingat, kata Frengki, ada lima program prioritas yang dijanjikan. Diantaranya, ucap dia, dua ekor sapi untuk satu KK, bantuan Rp 5 juta untuk tiap UMKM, membuat Perda WPR setelah tiga bulan menjabat, beasiswa bagi siswa SD dan SMP.

Berita Terkait:  Berdekatan dengan HUT Bone Bolango, Merlan: Peringatan Isra Mi'raj Tahun 2025 Istimewa

“Sampai sekarang janji-janjinya belum ada yang terwujud. Sebagai warga Bone Bolango, saya iri dengan daerah lain yang kepala daerahnya mulai mewujudkan janji kampanye mereka, meski sama seperti Bone Bolango harus menerapkan kebijakan efisiensi anggaran,” tandasnya.

Penggantian nama gedung pertemuan yang dilakukan Pemkab Bone Bolango ini, dinilai sedikit merendahkan kaum perempuan. Sebab, diketahui bersama, Merlan memberi nama Banthayo Li Mbui sebagai bentuk penghargaan kepada kaum perempuan.
Berita Terkait:  Sempat Diblokir, Akses Jalan Kompleks Kantor Pemerintahan di Bone Bolango Kembali Dibuka

Untuk diketahui, gedung ini, pernah dijadikan kantor oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), ketika Bone Bolango dipimpin Ismet Mile hingga berlanjut ke era Hamim Pou.

Ketika tampuk kepemimpinan dipegang Merlan, Banthayo Li Mbui kemudian direnovasi dan dikembalikan fungsinya sebagai gedung pertemuan.

Berita Terkait:  Bahas Program Ekonomi Kreatif Bareng Gekraf Provinsi Gorontalo

Tujuannya untuk membantu warga Bone Bolango, khususnya yang ingin menikah di gedung namun tak punya budget yang besar.

Bukan cuma untuk nikahan, Banthayo Li Mbui juga kerap dijadikan tempat pertemuan atau rapat yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Gedung ini, menjadi satu-satunya tempat yang representatif untuk rapat ataupun kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah dengan biaya yang tak menguras anggaran.(alf) 

Berita Terkait:  Amir Hadju: Manajemen Risiko, Aspek Krusial dalam Tata Kelola Pemerintahan