Gorontalo

Wagub Idah Tekankan Edukasi Stroke: Jangan Dianggap Enteng, Banyak Nyawa Terpengaruh

×

Wagub Idah Tekankan Edukasi Stroke: Jangan Dianggap Enteng, Banyak Nyawa Terpengaruh

Share this article
Wagub Idah Tekankan Edukasi Stroke_ Jangan Dianggap Enteng, Banyak Nyawa Terpengaruh
Wagub Idah ketika memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Provinsi Gorontalo pada Ahad (7/12/2025) di Azalea Convention Centre.

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengingatkan bahwa stroke merupakan ancaman kesehatan serius yang perlu ditangani secara cepat dan tepat.

Berita Terkait:  Kinerja Keuangan Pemprov Gorontalo Tergolong Sehat

Peringatan itu ia sampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Provinsi Gorontalo pada Ahad (7/12/2025) di Azlea Convention Centre.

Menurut Idah Syahidah, edukasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah sangatlah penting.

Berita Terkait:  Gorontalo dan Parimo Perkuat Kolaborasi: Dari Durian, Ayam, hingga Pendidikan

Idah Syahidah mengungkapkan pengalamannya sebagai penyintas stroke. Ia pernah menjalani perawatan oleh dr. Tugas ahli neurologi yang turut hadir dan hal itu menjadi pengingat bahwa stroke merupakan penyakit yang tidak bisa dianggap remeh.

“Banyak orang tiba-tiba lumpuh separuh badan, bicara pelo, atau wajahnya mencong, tapi tidak tahu apa penyebabnya. Ini tanda bahwa masyarakat belum paham soal stroke,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pengangkatan Riris Ismail Sebagai Komisaris BSG Disebut Keputusan Kolektif

Idah Syahidah menyoroti masih banyaknya warga Gorontalo yang mengaitkan gejala stroke dengan hal-hal mistis atau memilih pergi ke tukang urut ketika mengalami keluhan. Menurutnya, pola pikir tersebut justru memperlambat penanganan dan memperburuk kondisi pasien.

Ia menyambut baik hadirnya Yastroki Gorontalo yang kini dinakhodai dr. Yanto Dunda , sebagai wadah yang dapat menjembatani pemerintah, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stroke.

Berita Terkait:  Kadispora Sebut IMI Fest All Automotive 2025 Ruang Tumbuhkan Semangat Sportivitas

Edukasi diharapkan dapat dilakukan hingga tingkat dasawisma agar masyarakat lebih mengenali tanda-tanda awal dan risiko stroke.

“Stroke bukan hanya soal medis. Ini persoalan keluarga, persoalan sosial, bahkan ekonomi. Saat satu anggota keluarga terkena stroke, seluruh rumah tangga ikut terdampak,” tegasnya.

Berita Terkait:  KUA-PPAS APBD 2027 Resmi Masuk Deprov Gorontalo

Dalam kesempatan tersebut, Idah Syahidah juga mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang tersedia diberbagai puskesmas.

Pemeriksaan seperti kolesterol, gula darah, asam urat, hingga risiko jantung dinilainya penting untuk pencegahan, terutama bagi warga yang memiliki faktor risiko.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Sapa Nelayan Pengering Bolowa di Gorut, Serap Langsung Aspirasi Warga Pesisir

Idah memastikan dirinya akan menyampaikan berbagai kebutuhan fasilitas kesehatan kepada Gubernur,

termasuk sejumlah peralatan vital yang masih perlu ditingkatkan di rumah sakit,

Berita Terkait:  Gorontalo Half Marathon Targetkan 3000 Peserta

agar penanganan stroke semakin maksimal di seluruh wilayah provinsi.

“Saya tidak hanya hadir hari ini. Saya akan terus mendorong agar layanan stroke di rumah sakit provinsi, kabupaten, hingga kota dapat ditingkatkan,” katanya.

Berita Terkait:  Praktisi Hukum: Jangan Seret Gubernur ke Persoalan Hukum Tambang Ilegal

Ia berharap Yastroki langsung bergerak pascapelantikan, bukan hanya sekadar menggelar seremoni.

“Pelantikan ini jangan berhenti sebagai acara seremonial. Saya ingin gagasan besar segera diterjemahkan menjadi aksi nyata: edukasi, deteksi dini, dan pendampingan penyintas. Ini kerja kemanusiaan,” tutup Idah.(Alw) 

Berita Terkait:  Pemanfaatan Data Kependudukan, Dukcapil PMD: Kedepannya Bakal Full Digital