Hargo.co.id, JAKARTA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar dialog bersama Menteri Pertanian untuk membahas penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan rakyat sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional dan pembangunan ekonomi berbasis desa, Selasa (16/12/2025).
Dialog ini membahas peningkatan produksi, hilirisasi, serta penguatan struktur industri agar lebih seimbang dan berkelanjutan.
Usai dialog, Wakil Menteri Pertanian, Menteri Pertanian, dan Wakil Ketua Umum HKTI Bidang Peternakan menyampaikan keterangan kepada media.
Wakil Ketua Umum HKTI Bidang Peternakan, Cecep M. Wahyudin, menjelaskan bahwa salah satu isu yang dibahas adalah struktur pasar industri perunggasan yang saat ini masih didominasi oleh segelintir pelaku besar.
“Saat ini market share industri ayam didominasi oleh dua sampai tiga perusahaan besar dengan penguasaan lebih dari 70 persen. Program ini dirancang untuk membangun struktur yang lebih seimbang, dengan target penguasaan pasar sekitar 27 persen pada tahun ketiga dan keempat,” ujar Cecep.
Menurut Cecep, pencapaian target tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur terintegrasi yang direncanakan secara bertahap, mulai dari sisi hulu hingga hilir.
“Konsepnya ada pembangunan yang benar-benar dari nol dan terintegrasi, mulai dari grandparent stock, parent stock, pabrik pakan, obat-obatan dan vaksin, hingga cold storage dan rumah potong ayam,” jelasnya.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan seluruh subsektor pertanian, termasuk tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan, dengan memastikan negara hadir dalam peningkatan produksi dan penyediaan sarana pendukung.












