Gorontalo

Pani Gold Mine Mulai Masuk Fase Produksi, Wagub: Kedepankan Tanggungjawab Lingkungan

×

Pani Gold Mine Mulai Masuk Fase Produksi, Wagub: Kedepankan Tanggungjawab Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Pani Gold Mine Mulai Masuk Fase Produksi, Wagub_ Kedepankan Tanggungjawab Lingkungan
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menghadiri syukuran Pani Gold Mine Sabtu (14/2/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Operasional tambang emas di Kabupaten Pohuwato memasuki babak baru. Proyek Pani Gold Mine resmi mencatatkan penuangan emas perdana (first gold pour) pada Sabtu, (14/02/2026).

Berita Terkait:  Realisasi Program Lampaui Target, Rudy Minta OPD Tak Cepat Berpuas Diri

Momen tersebut dihadiri langsung oleh Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie, bersama jajaran pemerintah daerah serta manajemen perusahaan.

Prosesi penuangan emas menjadi penanda dimulainya fase produksi komersial dari proyek yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk tersebut.

Berita Terkait:  Pemprov Segera Cairkan Anggaran Untuk PSU Gorut

Setelah melewati tahapan pengembangan sejak akuisisi pada 2020, tambang ini kini resmi berkontribusi pada industri pertambangan emas di Gorontalo.

Dalam tahap awal produksi, sekitar 150 ribu ton material olahan menghasilkan kurang lebih 14,73 kilogram emas.

Berita Terkait:  POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI, Cabang Karate Tambah Raihan Medali Kontingen Gorontalo

Wakil Gubernur Idah Syahidah menyebut capaian ini sebagai titik penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta memperluas peluang kerja bagi masyarakat lokal, khususnya di Pohuwato.

Ia berharap investasi berskala besar ini mampu memberi efek berganda bagi perekonomian daerah. Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan agar operasional tambang tetap mengedepankan tanggung jawab lingkungan.

Berita Terkait:  Wujudkan SDGs, Penjagub Rudy Dorong Inovasi Akademika dan Mahasiswa

Pemprov Gorontalo, lanjutnya, akan memastikan perusahaan mematuhi seluruh ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan agar aktivitas pertambangan tidak menimbulkan risiko ekologis maupun sosial di sekitar wilayah operasi.

Berita Terkait:  Pj Gubernur Apresiasi Coastal Clean Up PLN Nusantara Power

Secara teknis, produksi perdana dilakukan melalui metode heap leaching dengan target awal sekitar 113.000 ounces emas. Ke depan, kapasitas produksi diproyeksikan meningkat signifikan setelah fasilitas carbon in leach (CIL) beroperasi penuh, dengan estimasi output mencapai 500.000 ounces emas.

Dengan dimulainya produksi ini, sektor pertambangan emas di Gorontalo memasuki fase ekspansi baru yang diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi regional sekaligus menjaga prinsip keberlanjutan.(Rls) 

Berita Terkait:  Mekanisme Perdagangan Jagung Jadi Perhatian Gubernur Gusnar