Gorontalo

Hilal Belum Terlihat di Gorontalo, Awal Ramadan Menanti Sidang Isbat Kemenag RI

×

Hilal Belum Terlihat di Gorontalo, Awal Ramadan Menanti Sidang Isbat Kemenag RI

Share this article
Pemantauan rukyatul hilal yang dipusatkan di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (17/2/2026) sore. (Foto: Nur Awalia/Mahasiswa magang UNG)
Pemantauan rukyatul hilal yang dipusatkan di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (17/2/2026) sore. (Foto: Nur Awalia/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Provinsi Gorontalo dilakukan melalui pemantauan rukyatul hilal yang dipusatkan di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (17/2/2026) sore.

Berita Terkait:  Melalui Rapimnas 2023, Al Khairaat Didorong Ciptakan Guru dan Murid Berkualitas

Kegiatan observasi tersebut melibatkan unsur Kementerian Agama Republik Indonesia, tim BMKG, petugas rukyat, serta pengamat dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Mereka bersama-sama melakukan pengamatan posisi bulan sabit muda sebagai bagian dari proses penetapan awal bulan Ramadan.

Ketua Tim Kerja Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) pada bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) islam Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Safriyanto Kaawoan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan, hilal tidak berhasil terlihat. Secara astronomi, posisi hilal saat matahari terbenam berada pada ketinggian minus 1,5 derajat.

Berita Terkait:  Disdukcapil PMD Provinsi Gelar Rakorev Penerapan IKD

“Dengan posisi tersebut, bulan masih berada di bawah ufuk ketika matahari terbenam. Secara perhitungan ilmiah, kondisi ini membuat hilal mustahil untuk diamati,” jelasnya.

Hasil rukyat dari Gorontalo selanjutnya akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat. Keputusan resmi mengenai awal Ramadan tetap menunggu pengumuman pemerintah melalui sidang tersebut.

Berita Terkait:  Kadinkes Provinsi Gorontalo Jelaskan Pentingnya Pencegahan Stunting

Merujuk pada data hisab dan hasil observasi sementara, besar kemungkinan bulan Syaban akan disempurnakan menjadi 30 hari sebelum memasuki Ramadan.(Mg-08)