Hargo.co.id, GORONTALO – Kuliah subuh bertajuk GORR Berdakwah yang dilaksanakan di ujung Gorontalo Outer Ring Road (GORR) Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango telah berlangsung secara konsisten selama tiga tahun terakhir.
Program keagamaan yang diinisiasi oleh Yayasan Hamzah Idrus Peduli menjadi tempat berkumpulnya masyarakat sekitar untuk mendengarkan ceramah agama di bulan ramadan.
Kegiatan yang telah berlangsung dari tahun 2024 hingga tahun 2026 tersebut bermula dari kepedulian atas generasi muda.
Pendiri yayasan, Hamzah Idrus menyadari bahwa setiap awal Ramadan kawasan GORR setempat selalu menjadi tempat berkumpulnya anak muda yang sering menghabiskan waktu dengan aktivitas yang kurang bermanfaat seperti balap liar.
Melihat kondisi tersebut, Hamzah Idrus terinspirasi untuk menghadirkan kegiatan yang lebih bermanfaat. Ia kemudian menggagas program GORR Berdakwah agar para remaja memiliki ruang berkumpul yang bermanfaat di bulan yang suci.
“Setiap Ramadan saya melihat banyak anak muda berkumpul di kawasan GORR untuk balapan liar. Hal ini membuat saya memiliki niat, gimana kalau saya bikin kegiatan bermanfaat seperti dakwah di ujung jalan. Alhamdulillah setelah tahun ketiga saya laksanakan hasilnya cukup memberikan efek yang baik, dan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat sekitar, baik dari kalangan anak muda sampai dengan orang tua,” ujar Hamzah.
Berlangsung dari 1 Ramadan hingga 15 Ramadan mendatang, panitia menghadirkan sejumlah ustad kondang Gorontalo, diantaranya Ust. Ishak Bakari, Ust. Haris Hako, Ust. Iqbal Pakaya, Ust. Andika, Habib Salim Al Jufri, Ust. Sugeng Widodo, serta beberapa penceramah lainnya.
Kehadiran para ustad tersebut diharapkan dapat menambah antusias masyarakat. Pendiri yayasan berharap kegiatan ini akan terus berkembang dan terselenggara setiap tahun.
Hamzah juga menginginkan agar kegiatan tersebut tidak hanya terbatas pada wilayah Kabupaten Bone Bolango saja,
namun dapat menjangkau seluruh daerah di Gorontalo.
Awalnya dikenal sebagai GORR Berdakwah diharapkan mampu tumbuh menjadi gerakan yang lebih luas,
yakni Gorontalo Berdakwah, sebagai upaya bersama dalam memperkuat syiar agama di bumi Hulondalo yang dijuluki Serambih Madinah.(Mg-08)












