HeadlineKab. Boalemo

Jembatan Penghubung Desa Harapan dan Sukamaju Roboh, Realisasi Dana Puluhan Miliar Disoal

×

Jembatan Penghubung Desa Harapan dan Sukamaju Roboh, Realisasi Dana Puluhan Miliar Disoal

Share this article
Jembatan Penghubung Desa Harapan dan Sukamaju Roboh, Realisasi Dana Puluhan Miliar Disoal
Kondisi Jembatan Penghubung Desa Harapan dan Sukamaju yang roboh.

Hargo.co.id, GORONTALO – Kondisi infrastruktur di Kabupaten Boalemo kembali menjadi sorotan.

Berita Terkait:  Pekan Depan, 20.000 Massa akan Gelar Demo di Polres Pohuwato

Jembatan penghubung antara Desa Harapan dan Desa Sukamaju (RT 15) dilaporkan roboh dan hingga kini belum mendapat penanganan dari pihak terkait.

Peristiwa tersebut memicu kritik dari Ketua Umum Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Kawasan Paguyaman Raya Gorontalo (AMPKPRG), Rivandi Abdullah.

Berita Terkait:  Sidang Kasus Wanprestasi Oknum Caleg, Saksi: Tak Hanya ke Penggugat, Tergugat Juga Berhutang ke Orang Lain

Ia mempertanyakan kejelasan realisasi anggaran sebesar Rp56,6 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disebut-sebut dialokasikan untuk pembangunan lima jembatan.

Jembatan yang roboh itu diketahui merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama untuk aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, hingga pemenuhan kebutuhan pokok.

Berita Terkait:  Adhan Dambea akan Buat Perda Anti LGBT

Akibatnya, mobilitas warga lumpuh dan mereka terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh serta berisiko.

Rivandi menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan klaim alokasi anggaran miliaran rupiah yang sebelumnya disampaikan ke publik.

Berita Terkait:  Rapat Bareng PT Antam, Bupati Rum Paparkan Potensi Sumber Daya Mineral di Boalemo

Hingga saat ini, kata dia, belum terlihat realisasi nyata di lapangan, khususnya pada titik jembatan yang telah roboh.

“Dana Rp56,6 miliar itu disebut untuk pembangunan lima jembatan, tetapi hingga kini belum ada kejelasan. Sementara jembatan penghubung Desa Harapan dan Sukamaju sudah roboh dan belum ditangani,” ujarnya.

Berita Terkait:  Diikuti Tiga Kandidat, Besok Pemilihan Rektor UNG Digelar Tertutup

Ia juga menyoroti minimnya transparansi dari pemerintah daerah dan DPRD Boalemo terkait penggunaan anggaran tersebut.

Menurutnya, jika anggaran tahun 2026 benar-benar tersedia, seharusnya sudah ada kepastian terkait lokasi pembangunan serta waktu pelaksanaannya.

Berita Terkait:  Angka Kemiskinan Ekstrem Kota Gorontalo Kalahkan Rata-Rata Nasional

Lebih lanjut, Rivandi mendesak pemerintah daerah bersama DPRD Boalemo segera mengambil langkah konkret, termasuk menurunkan tim teknis untuk penanganan darurat di lokasi.

“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar narasi. Akses antara Desa Harapan dan Sukamaju sangat vital bagi masyarakat,” tegasnya.

Berita Terkait:  Anggota Parpol di Gorontalo Ditetapkan Jadi Anggota Bawaslu, Timsel: Kami Bekerja Sesuai Pedoman

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait realisasi anggaran maupun rencana penanganan jembatan tersebut. Sementara itu, warga masih harus menghadapi kesulitan akibat terputusnya akses utama antar desa. (Mg-01)