Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menjadikan hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 sebagai pijakan utama untuk merumuskan kebijakan ke depan.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa berbagai catatan yang disampaikan DPRD dalam rapat paripurna bukan sekadar formalitas, melainkan bahan evaluasi penting bagi peningkatan kinerja pemerintah daerah.
“Masukan ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan perbaikan ke depan,” ujarnya usai menghadiri paripurna LKPj, Senin (27/04/2026).
Menurutnya, pembahasan LKPj mencakup tiga aspek utama, yakni pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.
Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat sejumlah catatan strategis yang akan menjadi fokus pembenahan.
Salah satu yang disorot adalah sektor pendidikan.
Rata-rata lama sekolah di Kabupaten Gorontalo saat ini masih berada pada kisaran 7 hingga 8 tahun, atau setara kelas 2 SMP, dan dinilai masih di bawah rata-rata nasional.
Selain itu, capaian penurunan angka kemiskinan juga menjadi perhatian. Meski menunjukkan perbaikan, angkanya dinilai masih perlu digenjot agar bisa mendekati rata-rata nasional.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka turut menjadi sorotan karena masih tergolong tinggi.
Pemerintah daerah juga menghadapi tantangan dalam percepatan pembangunan infrastruktur, seiring keterbatasan kapasitas fiskal yang belum sepenuhnya optimal.
Bupati Sofyan Puhi menegaskan, seluruh catatan tersebut akan menjadi bahan perumusan kebijakan yang lebih terarah,
dengan harapan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.(Adv)












