Hargo.co.id, SULSEL – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar menggandeng komunitas lingkungan Biourban dan Berdaur.id untuk mengedukasi pelajar mengenai pengelolaan limbah organik dan anorganik di sejumlah sekolah di Kota Makassar.
Program tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan sampah sekaligus merespons persoalan meningkatnya timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Kegiatan edukasi dimulai di SMA Negeri 17 Makassar dengan melibatkan ratusan siswa. Dalam kesempatan itu, Shift Supervisor II HSSE Pertamina IT Makassar, Panji Trinayu Hermawan, mengajak pelajar mulai peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.
Materi pelatihan kemudian disampaikan tim Biourban yang mengenalkan cara mengolah limbah organik menjadi maggot dan pupuk. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai potensi sampah rumah tangga yang dapat diubah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomis.
Sebagai bentuk tindak lanjut, peserta menerima benih tanaman dan pupuk untuk dimanfaatkan di rumah masing-masing.
Kepala SMA Negeri 17 Makassar, Asmar Achmad, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi lingkungan seperti itu dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.
Rangkaian program kemudian dilanjutkan di MTs Negeri 1 Makassar dengan fokus pelatihan daur ulang limbah plastik. Bersama komunitas Berdaur.id, siswa diajak mempraktikkan langsung pembuatan kerajinan sederhana seperti gantungan kunci dari tutup botol dan kemasan plastik bekas.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu mendorong lahirnya gerakan peduli lingkungan di kalangan pelajar.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan edukasi lingkungan di sekolah menjadi langkah penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tengah masyarakat.
“Kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun sejak usia dini. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian sekaligus kreativitas generasi muda dalam mengelola limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Lilik.
Ia menambahkan, kolaborasi bersama komunitas lingkungan menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait pengelolaan sampah dan terciptanya lingkungan yang lebih sehat.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti sesi praktik hingga diskusi interaktif.
Pertamina IT Makassar berharap program tersebut dapat menjadi awal terbentuknya generasi muda yang lebih peduli lingkungan
dan aktif menerapkan pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari.(Rls)












