Hargo.co.id, GORONTALO – DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo menggelar Kelas Politik Perempuan untuk pertama kalinya sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas, kepemimpinan, dan partisipasi perempuan dalam dunia politik.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Rapat DPW NasDem Provinsi Gorontalo, Jumat (19/6/2026), diikuti lebih dari 100 tokoh dan kader perempuan dari seluruh wilayah Gorontalo.
Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Provinsi Gorontalo, Merlan Uloli, mengatakan bahwa kelas politik tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan bagi perempuan agar lebih percaya diri mengambil peran dalam proses politik dan pengambilan keputusan.
“Kelas politik ini kami hadirkan untuk meningkatkan kapasitas perempuan, memberikan pemahaman politik yang lebih luas, sekaligus membangun keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa,” ujar Merlan.
Menurutnya, program tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Akademi Bela Negara yang diikuti kader-kader NasDem pada Juni 2025.
Melalui kelas politik ini, peserta mendapatkan pemahaman dari berbagai perspektif, mulai dari peran perempuan dalam pemerintahan dan politik praktis, pandangan adat Gorontalo terhadap posisi perempuan, hingga strategi Partai NasDem dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.
Merlan Uloli menegaskan, Partai NasDem berkomitmen memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif pada Pemilu mendatang. Bahkan, menurutnya, NasDem selama ini konsisten menjadi salah satu partai yang berhasil memenuhi kuota tersebut secara nasional.
“NasDem selalu memenuhi keterwakilan perempuan 30 persen. Bahkan hingga Pemilu 2024, komposisi anggota DPR RI dari Partai NasDem telah mencapai angka tersebut. Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sangat terbuka untuk berkiprah di dunia politik,” jelasnya.
Ia menilai penyelenggaraan kelas politik perempuan menjadi semakin penting pasca putusan Mahkamah Konstitusi
yang memperkuat aturan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di setiap daerah pemilihan.
Ketentuan tersebut, kata Merlan, disertai sanksi bagi partai politik yang tidak memenuhi persyaratan dimaksud.
“Ini merupakan terobosan baru dalam politik Indonesia. Karena itu, perempuan harus dipersiapkan sejak dini agar mampu mengisi ruang-ruang politik yang tersedia, bukan hanya sebagai pelengkap kuota, tetapi benar-benar menjadi aktor perubahan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan dari berbagai unsur, termasuk Dewan Adat Gorontalo dan pemerintah daerah.
Materi yang diberikan menitikberatkan pada pentingnya kesetaraan kesempatan antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk politik.
Melalui kelas politik perempuan ini, NasDem berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pemahaman
tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam politik hingga ke tingkat desa dan komunitas.
“Kami ingin pesan ini menjangkau masyarakat luas, bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang sama dalam membangun daerah. Perempuan harus berani tampil, berani bersuara, dan berani mengambil peran strategis untuk kemajuan Gorontalo,” pungkas Merlan Uloli.(Ndi)












