Hargo.co.id, GORONTALO – Soliditas internal Partai Demokrat Provinsi Gorontalo kembali ditunjukkan dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V yang digelar di Ballroom Fox Hotel Gorontalo, Ahad (5/7/2026).
Forum tertinggi partai di tingkat provinsi itu berlangsung penuh semangat kebersamaan dan menghasilkan dukungan bulat seluruh kader kepada Erwinsyah Ismail untuk kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Gorontalo periode kedua.
Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Provinsi Gorontalo bersama organisasi sayap partai secara kompak memberikan rekomendasi kepada Erwinsyah Ismail sebagai calon tunggal Ketua DPD.
Dukungan tersebut mengantarkannya terpilih secara aklamasi, sekaligus mempertegas kepercayaan kader terhadap kepemimpinannya selama lima tahun terakhir.
Musda V turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), pengurus DPD, DPC, organisasi sayap, serta para kader dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.
Keputusan seluruh DPC mengusung kembali Erwinsyah Ismail dinilai menjadi cerminan kuatnya kekompakan internal partai.
Selama memimpin DPD Demokrat Gorontalo, Erwinsyah dianggap berhasil menjaga eksistensi partai, memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput, serta membangun komunikasi politik yang efektif dengan berbagai elemen masyarakat.
Selain itu, Demokrat Gorontalo juga dinilai mampu memainkan peran strategis dalam mengawal kemenangan koalisi pada Pilkada Gorontalo 2024. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan konsolidasi organisasi yang dibangun selama masa kepemimpinan Erwinsyah Ismail.
Dalam sambutannya, Erwinsyah Ismail menegaskan bahwa keputusannya kembali maju sebagai calon Ketua DPD bukan didorong keinginan mempertahankan jabatan, melainkan karena masih banyak agenda organisasi yang harus diselesaikan bersama seluruh kader.
Menurutnya, Partai Demokrat telah melewati berbagai tantangan politik yang tidak mudah. Namun, berkat kekompakan kader dan kerja organisasi yang terus diperkuat, Demokrat mampu bangkit dan kembali memperoleh kepercayaan masyarakat.
“Keinginan saya maju kembali bukan untuk mempertahankan kekuasaan. Saya merasa masih banyak pekerjaan yang belum selesai dan ingin terus menggunakan Partai Demokrat sebagai kendaraan pengabdian kepada masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujar Erwinsyah di hadapan peserta Musda.
Ia mengajak seluruh kader menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam perbedaan kepentingan politik.
Menurutnya, tujuan utama partai harus tetap diarahkan pada pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Erwinsyah juga menegaskan bahwa Demokrat harus terus hadir sebagai partai yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Baginya, politik bukan semata soal kontestasi kekuasaan, tetapi juga tentang menghadirkan pelayanan dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan bahwa Musda merupakan bagian penting
dari proses demokrasi internal partai sekaligus sarana memperkuat konsolidasi organisasi menjelang agenda politik nasional mendatang.
Menurut Herman, Partai Demokrat sejak awal berdiri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam setiap proses pengambilan keputusan organisasi.
Untuk itu, pelaksanaan Musda di seluruh daerah diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat sekaligus mempererat soliditas kader.
“Demokrat sejak dulu berkomitmen menjaga demokrasi di Indonesia. Dengan semangat yang sama, kami berharap Musda kali ini menghasilkan keputusan terbaik, baik bagi internal partai maupun masyarakat,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme Musda membuka ruang bagi seluruh kader untuk menentukan pilihan secara demokratis,
baik melalui proses aklamasi maupun kompetisi apabila terdapat lebih dari satu calon.
Namun demikian, di Gorontalo aspirasi yang berkembang menunjukkan dukungan yang sangat kuat kepada Erwinsyah Ismail.
Herman menilai mayoritas kader masih menghendaki kepemimpinan Erwinsyah dilanjutkan agar program-program organisasi yang telah berjalan dapat diteruskan sekaligus dipercepat.
“Banyak yang berpandangan Mas Erwin Ismail masih layak melanjutkan kepemimpinannya, tentu dengan melakukan berbagai perbaikan dan akselerasi organisasi agar target-target partai ke depan dapat dicapai,” katanya.
Herman juga menegaskan bahwa Partai Demokrat akan terus mengambil peran aktif dalam mendukung program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui kerja-kerja politik dan pengabdian kader hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Secara nasional, pelaksanaan Musda di berbagai provinsi menjadi bagian dari strategi besar Partai Demokrat dalam memperkuat struktur organisasi menjelang Pemilu 2029.
Konsolidasi dilakukan untuk memastikan seluruh mesin partai bergerak lebih efektif menghadapi dinamika politik yang diperkirakan semakin kompetitif.
Di Gorontalo sendiri, nama Erwinsyah Ismail juga semakin diperhitungkan sebagai salah satu figur potensial
yang berpeluang mendapat mandat Partai Demokrat untuk maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo.
Pengalaman memimpin DPD serta jejaring politik yang dimilikinya dinilai menjadi modal penting menghadapi kontestasi legislatif mendatang.
Kehadiran jajaran DPP dalam Musda V juga menunjukkan komitmen Partai Demokrat untuk memastikan
seluruh tahapan persidangan berjalan sesuai mekanisme organisasi, menjunjung tinggi prinsip demokrasi, transparansi, serta menjaga persatuan kader.
Melalui Musda V ini, Partai Demokrat Gorontalo tidak hanya menetapkan arah kepemimpinan untuk lima tahun ke depan,
tetapi juga memperkuat fondasi organisasi dalam menghadapi berbagai agenda politik nasional maupun daerah.
Dengan dukungan penuh seluruh kader, Erwinsyah Ismail diharapkan mampu membawa Demokrat Gorontalo semakin kompetitif,
meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029, sekaligus memperkokoh posisi partai sebagai salah satu kekuatan politik utama di Provinsi Gorontalo.(Tha)












