HEADLINEKota Gorontalo

Permen Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010: Eks Rumah Jawatan Kantor Pos Tak Masuk Cagar Budaya

×

Permen Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010: Eks Rumah Jawatan Kantor Pos Tak Masuk Cagar Budaya

Share this article
Permen Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010_ Eks Rumah Jawatan Kantor Pos Tak Masuk Cagar Budaya
Tangkapan layar Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2010 nomor PM.10/PW.007/MKP/2010.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pembongkaran eks Rumah Jawatan Kantor POS dan Telegraf Gorontalo yang terletak di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo masih berpolemik yang disebabkan adanya klaim dari beberapa pihak bahwa rumah tersebut merupakan cagar budaya.

Berita Terkait:  Lewis Hamilton's Change of Heart, Decides to Move to Scuderia Ferrari

Klaim mereka didasari SK Wali Kota Gorontalo No. 126/10/II/2020 tertanggal 7 Februari 2020 yang ditandatangani Wali Kota saat itu, Marten Taha. Namun, jika ditelusuri SK tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2010 nomor PM.10/PW.007/MKP/2010.

Permen yang ditandatangani oleh Jero Wacik itu, tak menyebutkan bahwa eks Rumah Jawatan Kantor POS dan Telegraf Gorontalo merupakan Cagar Budaya. Dalam Permen itu, yang ditetapkan cagar budaya hanya ada empat. Yaitu, Makam Nani Wartabone, Kantor Pelni, Makam Raja Blongkod dan Kantor POS Gorontalo.

Berita Terkait:  Disiplin, Berinovasi dan Jaga Semangat Kerja, Adhan: Wajib Dijalankan ASN

Atas dasar itulah Pemerintah Kota Gorontalo mencabut SK penetapan Rumah Jawatan Kantor POS dan Telegraf Gorontalo sebagai Cagar Budaya.

“Kami mencabut tidak sembarangan, ada aturan yang jelas, yakni Permen Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2010 nomor PM.10/PW.007/MKP/2010. Waktu itu Presiden masih Ibu Megawati,” tegas Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.

Berita Terkait:  Jadi Pembicara di AMF, Marten Bahas Pengembangan Ekonomi Hijau

Selain itu, lanjut Adhan, pencabutan SK Wali Kota Gorontalo sebelumnya,

juga didasari putusan Pengadilan Negeri Gorontalo berdasarkan Gugatan Ledya Pranata Widjaja

Berita Terkait:  12 Mahyani di Kota Gorontalo Segera Nikmati Listrik dan Air Bersih Gratis

melalui kuasa hukumnya yaitu Melinda Marzuk, S.H. dan Agung Rahmawan Datau, S.H. yang diakhiri dengan putusan perdamaian

melalui mediasi sebagaimana tercantum dalam kesepakatan perdamaian secara tertulis dalam Akta Perdamaian Nomor: 25/Pdt.G/2025/PN Gto tanggal 12 Agustus 2025.

Berita Terkait:  Protes Pembatasan Layanan BPJS, Adhan: Hanya Bikin Rugi Rakyat dan Daerah

Adapun isi Akta Perdamaian dimaksud, yakni diantaranya bahwa penggugat merasa dirugikan

atas terbitnya SK Walikota Gorontalo No. 126/10/II/2020 tertanggal 7 Februari 2020,

Berita Terkait:  Datangi RSUD Aloei Saboe, Adhan Cek Kondisi Fasilitas di Ruangan Pasien

Kemudian tergugat (Pemerintah Kota Gorontalo) wajib melakukan kajian asat SK Walikota Gorontalo No. 126/10/II/2020 tertanggal 7 Februari 2020 paling lama 30 hari kalendaer sejak perdamaian ini disepakati.

“Nah, setelah kami kaji, ada aturan Permen tadi,” tegas Adhan Dambea ketika memberikan keterangan pers pada Selasa (7/7/2026).

Berita Terkait:  Wahidah, Talented Young Painter from Pohuwato, Joins "A Tribute to Riden Baruadi" Exhibition

Sebagaimana diketahui, Peraturan Menteri (Permen) memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi dan bersifat mengikat secara nasional,

sedangkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota (atau Peraturan Wali Kota) bersifat lokal di tingkat daerah dan berada di bawahnya.(Ndi) 

Berita Terkait:  Realization of Alamotu Block Welfare Program Reaches 74 Percent, Miners Express Gratitude