Kota Gorontalo

Jadi Pembicara di AMF, Marten Bahas Pengembangan Ekonomi Hijau

×

Jadi Pembicara di AMF, Marten Bahas Pengembangan Ekonomi Hijau

Share this article
Marten
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, ketika menjadi pembicara pada AMF 2023, Selasa (1/8/2023) di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – ASEAN Mayors Forum (AMF) tahun 2023 mulai dilaksanakan. Agenda yang mempertemukan seluruh wali kota di negara ASEAN itu turut dihadiri oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.

Berita Terkait:  Ini Pesan Pj Wali Kota Gorontalo saat Resmikan Gedung TK Kartika XXI Usai Direhabilitasi

Tak hanya sekedar menghadiri, pada acara yang dilangsungkan di DKI Jakarta pada Selasa (1/8/2023) itu, Marten Taha juga diminta untuk menjadi pemateri terkait pengembangan ekonomi hijau.

Dihadapan para peserta AMF, Marten menuturkan, pengembangan ekonomi hijau harus melibatkan komunitas lokal dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Seperti halnya di Kota Gorontalo, lanjut dia, pihaknya melibatkan Forum Komunitas Hijau untuk mengadvokasi masyarakat, serta sebagai Pusat Informasi Komunitas yang menjembatani antara pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan kawasan hijau yang ada di Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Pemkot Gorontalo Gelontorkan Rp. 150 Juta For UMKM Terdampak Proyek Panjaitan

“Kegiatan yang sudah dilaksanakan mandiri oleh Pemerintah kota Gorontalo untuk mendukung ekonomi hijau antara lain, lomba kantor pemerintah hijau (green government office), kampanye kota hijau melalui media massa, mohuyula penanaman pohon dan bersih sampah, serta lomba ruang terbuka hijau kelurahan se-Kota Gorontalo,” tandasnya.

Disamping itu, tambah Marten, forum komunitas hijau juga sukses mengantar Pemerintah Kota Gorontalo meraih penghargaan Adipura sebanyak 4 kali Kota Gorontalo didalam mewujudkan Green Economy menitikberatkan pada pencapaian SPM yang juga merupakan indikator SDGs.

Berita Terkait:  Evaluasi Zona Integritas Tingkat Nasional, Pemkot Gorontalo Siapkan Tiga OPD

“Rata-rata capaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) Kota Gorontalo pada Tahun 2022 sebesar 88,69 persen,

dengan capaian antara lain SPM Sanitasi untuk penyediaan pelayanan air Limbah sebesar 95,04 persen melalui optimalisasi TPS3R untuk pengurangan sampah,

optimalisasi anggaran APBD dan APBN, serta sumber pendanaan dari swasta (Corporate Social Responsibility) untuk peningkatan maupun perbaikan sarana prasarana persampahan,” tandas Marten.

Berita Terkait:  Adhan Dambea Dukung Rehabilitasi Korban Narkoba Sesuai KUHP Nasional

“Sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya pengolahan sampah 3R (Reduce-Reuse-Recycle), perluasan wilayah penanganan sampah ke TPA dengan penambahan kendaraan pengangkut,” imbuh wali kota dua periode itu.

Terkait dengan pengembangan ekonomi hijau ini, lanjut Marten,

pihaknya juga dijadikan sebagai salah satu pilot project program Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC)

dalam penanganan isu dampak perubahan iklim seperti penanganan banjir dan tanah longsor.

Berita Terkait:  Pelayanannya Dikeluhkan Warga, Adhan akan Panggil Direktur RS Multazam

“Untuk mendukung pembiayaan inisiatif hijau yang berdampak, Pemerintah Kota Gorontalo melakukan kerja sama dengan CRIC

yang didanai oleh Uni Eropa untuk advokasi kepada tim teknis Kota Gorontalo dalam hal ketahanan iklim perkotaan untuk menghadapi perubahan iklim ekstrem di masa depan.

Pembiayaan World Bank untuk penanganan Kawasan Kumuh (National Slum Upgrading Project)
Berita Terkait:  Warga Lega, Persimpangan Jalan di Kota Gorontalo Mulai Bebas dari Aktivitas Badut

oleh KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Limba B seluas 30 Hektare,” jelas Marten.

Ia juga menyampaikan, salah satu aspek yang juga menjadi isu besar didalam mewujudkan Green Economy adalah upaya-upaya pengentasan kemiskinan.

Salah satu upaya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo yakni pemberdayaan masyarakat

dan penggunaan Sumber Daya Alam secara berkelanjutan melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Berita Terkait:  Bapenda Kota Gorontalo Tertibkan Ratusan Reklame Ilegal, Potensi PAD Terancam Bocor

“Saat ini Kota Gorontalo telah memiliki 14.697 UMKM, dengan jumlah UMKM yang dibina

sebanyak 3.343 UMKM dengan persetase peningkatan Omzet sebesar 97% atau sebanyak 3.243 UMKM di Tahun 2022,” ungkapnya.

Berita Terkait:  RPJMD 2025-2029 Disesuaikan dengan Visi dan Misi Pimpinan Daerah Terpilih

Lebih lanjut, Marten mengatakan, dalam pembiayaan akses untuk pembangunan kota berkelanjutan,

Pemerintah Kota Gorontalo berkolaborasi dengan Lembaga seperti ECOLISE khususnya dalam penanganan pengelolaan limbah.

Hasil peninjauan yang dilakukan oleh Sara Silva – ECOLISE terhadap pengelolaan limbah di Kota Gorontalo bahwa metode pengelolaan limbah terbuka

yang digunakan saat ini sudah sesuai dengan prinsip berkelanjutan dimana lebih mengedepankan proses pengelolaan melalui pengembangan mikro organismesecara alami.(*)

Berita Terkait:  Pasar Murah Bersubsidi Pemkot Gorontalo, Harga Paket Bahan Pokok Diskon 50 Persen

Penulis: Rendi Wardani Fathan