Kab. Boalemo

Makanan Tak Sesuai hingga Sering Telat, SRT 1 Boalemo Akhirnya Putus Kontrak Vendor

×

Makanan Tak Sesuai hingga Sering Telat, SRT 1 Boalemo Akhirnya Putus Kontrak Vendor

Share this article
Makanan Tak Sesuai hingga Sering Telat, SRT 1 Boalemo Akhirnya Putus Kontrak Vendor
Suasana SRT 1 Boalemo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Boalemo, Mokhamad Syaifudin, memberikan penjelasan terkait penghentian kerja sama dengan penyedia makanan bagi siswa di sekolah tersebut.

Berita Terkait:  Wabup Lahmudin Hadiri Istighotsah Kubro dan Harlah ke-80 Muslimat NU di Wonosari

Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan pemberitaan mengenai putus kontrak vendor makanan yang sebelumnya diberitakan media daring Harian Post pada Rabu (19/8/2026).

Mokhamad mengatakan, keputusan menghentikan layanan penyedia makanan bukan diambil tanpa dasar.

Berita Terkait:  Wabup Lahmuddin Apresiasi Pencanangan HUT ke-80 RI di Dulupi

Pihak sekolah menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan layanan, mulai dari ketidaksesuaian menu hingga keterlambatan makanan.

“Ada keluhan siswa bahwa makanan untuk sarapan berbeda, ada yang bubur, ada nasi goreng. Kualitas makanan yang disajikan juga tidak sesuai dan makanan sering terlambat,” kata Mokhamad, Kamis (20/8/2026).
Berita Terkait:  Program Sedekah Rp. 1.000 Sehari Dorong Pengurangan Kemiskinan di Boalemo

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi karena layanan makanan merupakan bagian penting dalam menunjang kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan di SRT 1 Boalemo.

Mokhamad juga menegaskan, penghentian kerja sama tersebut bukan semata-mata keputusan kepala sekolah.

Berita Terkait:  Pemkab Boalemo Terima Hibah Infrastruktur BMN dari Kementerian PUPR dan BPJN

Sebelum layanan dihentikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan makanan di SRT 1 Boalemo.

Evaluasi tersebut, kata dia, telah dilakukan beberapa kali dan disertai peringatan kepada penyedia, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp.

Berita Terkait:  Kemenag Boalemo Laksanakan Simulasi Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh

“Dengan temuan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Boalemo, PPK Kementerian Sosial telah mengevaluasi layanan makanan dengan beberapa kali peringatan, baik lisan maupun melalui pesan WhatsApp. Namun, yang bersangkutan tetap tidak memperbaiki layanan yang diberikan,” jelasnya.

Karena perbaikan yang diharapkan tidak kunjung dilakukan, pihak sekolah akhirnya mengambil langkah untuk menghentikan layanan vendor tersebut dan menunjuk penyedia baru.

Berita Terkait:  Ketua Laskar Macan Asia Prihatin dengan Jalan Rusak di Botumoito

Vendor pengganti diketahui berdomisili di Kecamatan Wonosari. Penunjukan penyedia baru diharapkan dapat memastikan kebutuhan makanan siswa tetap terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.

Mokhamad memastikan pergantian vendor tidak berarti mengabaikan kewajiban pembayaran kepada penyedia sebelumnya.

Berita Terkait:  Kunjungan Rachmat Gobel ke Boalemo, Rum: Berkah untuk Kemajuan Daerah

Pihak sekolah tetap akan menyelesaikan kewajiban yang masih terutang sesuai dengan ketentuan administrasi yang berlaku.

“Pihak sekolah tetap akan membayar utang vendor yang lama yang terutang dengan menyiapkan LPJ sesuai persyaratan yang ditentukan,” ujarnya.
Berita Terkait:  Kepala Desa Bajo: Kita disini Darurat Sampah

Ia berharap persoalan tersebut tidak dipandang hanya dari satu sisi. Menurutnya, setiap keputusan yang diambil pihak sekolah semata-mata diarahkan untuk memastikan siswa memperoleh pelayanan yang layak dan maksimal.

“Yang paling utama adalah memastikan para siswa mendapatkan pelayanan terbaik selama mengikuti pendidikan di SRT 1 Boalemo,” pungkasnya.(Rls) 

Berita Terkait:  Bantuan Pangan 2026 Disalurkan di Tilamuta