Hargo.co.id, SULSEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali menambah pasokan LPG 3 kilogram (kg) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Sebanyak 193.200 tabung LPG 3 kg digelontorkan melalui skema extra dropping selama periode 14 hingga 19 September 2026.
Tambahan pasokan ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan LPG bersubsidi sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah.
Volume extra dropping yang disalurkan mencapai sekitar 50 hingga 100 persen di atas rata-rata penyaluran harian. Khusus Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros dan Takalar, tambahan pasokan mencapai 100 persen dari rata-rata penyaluran harian.
Sementara untuk wilayah lainnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, tambahan pasokan diberikan sebesar 50 persen.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan penambahan pasokan merupakan bagian dari langkah Pertamina menjaga kelancaran distribusi LPG 3 kg di tengah kebutuhan masyarakat.
“Kami terus memperkuat kembali penyaluran LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Saat ini kami menyalurkan extra dropping sebanyak 193.200 tabung atau sekitar 50 hingga 100 persen di atas rerata penyaluran harian,” ujar Okky.
Menurutnya, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan agen dan pangkalan untuk memantau distribusi LPG bersubsidi hingga ke tingkat konsumen.
Pengawasan dilakukan agar LPG 3 kg yang merupakan produk bersubsidi dapat tersalurkan melalui jaringan resmi dan diterima masyarakat yang berhak sesuai ketentuan.
Di sisi lain, Pertamina mengingatkan masyarakat agar membeli LPG 3 kg sesuai kebutuhan dan melalui pangkalan resmi. Penggunaan LPG bersubsidi juga harus mengikuti peruntukan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Penggunaan LPG bersubsidi tidak diperuntukkan bagi sejumlah sektor usaha tertentu. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg secara bijak, sesuai kebutuhan, dan melalui pangkalan resmi,” katanya.
Mengacu pada Surat Edaran Dirjen Migas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022, LPG 3 kg tidak diperuntukkan bagi sejumlah sektor usaha, di antaranya restoran, hotel, usaha binatu, usaha batik, usaha peternakan, usaha pertanian, usaha tani tembakau dan usaha jasa las.
Pertamina juga meminta masyarakat ikut mengawasi penyaluran LPG 3 kg agar tetap tepat sasaran. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan serta melaporkan apabila menemukan kendala atau indikasi penyalahgunaan distribusi.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga LPG 3 Kg agar tepat sasaran. Beli sesuai kebutuhan dan jangan melakukan pembelian secara berlebihan. Jika menemukan kendala atau indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran, masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal resmi Pertamina,” jelas Okky.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pemantauan terhadap penyaluran LPG 3 kg di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat akan terus dilakukan. Penyesuaian distribusi juga akan dilakukan berdasarkan perkembangan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Untuk informasi, pertanyaan maupun pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina,
masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang beroperasi selama 24 jam.(Rls)












