Kab. Boalemo

Lestarikan Warisan Leluhur: Pemkab Boalemo Gelar Lomba Dana-dana, Tanggomo, dan Langga

×

Lestarikan Warisan Leluhur: Pemkab Boalemo Gelar Lomba Dana-dana, Tanggomo, dan Langga

Share this article
Lestarikan Warisan Leluhur: Pemkab Boalemo Gelar Lomba Dana-dana, Tanggomo, dan Langga
Wabup Boalemo, Lahmuddin Hambali ketika memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan tari dana-dana, tanggomo, dan langga, di Alun-alun Tilamuta, Rabu (14/10/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya menjaga warisan budaya Gorontalo terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Kali ini, tiga kesenian tradisional, yakni tari dana-dana, tanggomo, dan langga, mendapat ruang untuk diperkenalkan sekaligus diwariskan kepada generasi muda melalui perlombaan di Alun-alun Tilamuta, Rabu (14/10/2026).

Berita Terkait:  PKK Boalemo Komit Tunaikan Program Prioritas

Kegiatan yang digelar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo itu melibatkan peserta dari sekolah dan kecamatan se-Kabupaten Boalemo. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, perlombaan tersebut diarahkan untuk mendekatkan generasi muda dengan kekayaan seni dan tradisi daerah.

Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, yang hadir mewakili Bupati Rum Pagau, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Berita Terkait:  Pemkab Boalemo Perkuat Mutu Pendidikan, Fokus Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Layanan Sekolah

“Daerah yang kuat adalah daerah yang bangga akan jati diri dan budayanya,” kata Lahmuddin Hambali dalam sambutannya.

Menurut dia, pelestarian budaya membutuhkan dukungan nyata dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, kata Lahmuddin, berkomitmen membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas masyarakat sekaligus mendorong keberlangsungan seni tradisional.

Berita Terkait:  Wabup Boalemo Pimpin Rapat Ramadan Fair 2026, Kegiatan Dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahman

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah dan pemikiran yang bertujuan untuk memajukan kebudayaan lokal,” ujarnya.

Lomba tersebut mengangkat tiga kesenian yang memiliki karakter berbeda. Dana-dana ditampilkan melalui gerak tari tradisional, tanggomo sebagai tradisi bertutur, serta langga yang dikenal sebagai seni bela diri tradisional Gorontalo.

Berita Terkait:  Bupati Rum Evaluasi Program TP2DD

Ketiganya bukan sekadar materi perlombaan, melainkan bagian dari kekayaan budaya yang membutuhkan proses pewarisan secara berkelanjutan. Pengenalan sejak dini menjadi salah satu cara agar generasi muda tidak hanya mengenal nama keseniannya, tetapi juga memahami nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

Keterlibatan sekolah dan kecamatan dalam kegiatan ini pun menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Lingkungan pendidikan dan masyarakat diharapkan dapat menjadi ruang bagi seni tradisional untuk terus dipelajari, dipraktikkan, dan dikembangkan.

Berita Terkait:  Boalemo Dorong Digitalisasi Pendidikan, Smart Classroom Dipersiapkan

Lahmuddin Hambali turut menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia berharap perlombaan seni budaya tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya yang berkesinambungan.

Berita Terkait:  Pastikan Boalemo Kondusif, Wabup Lahmuddin Cek Posko Pengamanan Malam Takbiran

Sebab, keberhasilan menjaga tradisi tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau kemeriahan pertunjukan. Lebih dari itu, warisan leluhur harus tetap hidup dalam keseharian masyarakat dan memiliki penerus dari generasi ke generasi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap dana-dana, tanggomo, dan langga semakin dikenal oleh generasi muda sehingga identitas budaya Gorontalo tetap terjaga di tengah perubahan zaman.(Rls) 

Berita Terkait:  Pj Bupati Boalemo Dianugerahi Penghargaan Panglima Perdis, Pj Sekda No Komen