Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi melalui pengembangan program smart school yang ke depan akan diperluas menjadi konsep smart classroom di sejumlah sekolah.
Upaya tersebut menjadi salah satu program prioritas yang digagas oleh Bupati Boalemo Rum Pagau bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali sebagai langkah meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah.
Pembahasan mengenai penguatan program pendidikan berbasis digital tersebut juga dilakukan dalam pertemuan antara Rum Pagau dan Anggota DPD RI Fadel Muhammad.
Pertemuan itu membahas peluang pengembangan digitalisasi pendidikan di Boalemo agar selaras dengan arah kebijakan nasional di bidang pendidikan.
Menurut Fadel Muhammad, program smart school yang telah diluncurkan di Boalemo mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Program tersebut dinilai sebagai salah satu inovasi daerah dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar.
Ia menyebutkan bahwa ke depan akan dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terkait penguatan jaringan internet di sekolah serta pengembangan konsep smart classroom.
Konsep kelas berbasis teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih modern serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Sementara itu, Rum Pagau menjelaskan bahwa implementasi program smart school di Boalemo dilakukan secara bertahap menyesuaikan jenjang pendidikan.
Untuk tingkat sekolah dasar, penerapan program tersebut difokuskan pada siswa kelas empat hingga kelas enam,
sementara kelas satu sampai kelas tiga tetap diarahkan pada penguatan pendidikan karakter serta keterampilan dasar menulis.
Adapun pada jenjang sekolah menengah pertama, penerapan program smart school direncanakan dapat menjangkau seluruh tingkat kelas.
Sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo telah mengajukan permohonan
kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terkait rencana penerapan program di sekitar 190 sekolah dasar
dan menengah pertama yang ada di wilayah Boalemo mulai tahun 2026.
Pemerintah daerah juga mengusulkan adanya pelatihan serta pendampingan bagi para guru
agar penerapan sistem pembelajaran berbasis teknologi tersebut dapat berjalan optimal.(Rls)












