Gorontalo

Jubir Gubernur Sentil Rivai Bukusu: Jangan Hanya Ribut Soal Trotoar!

×

Jubir Gubernur Sentil Rivai Bukusu: Jangan Hanya Ribut Soal Trotoar!

Share this article
Jubir Gubernur Sentil Rivai Bukusu: Jangan Hanya Ribut Soal Trotoar!
Juru Bicara Gubernur Gorontalo, David Radjak.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mempertanyakan kembali munculnya polemik larangan pedagang UMKM berjualan di trotoar Jalan Andalas dan Tanggidaa. Juru Bicara Gubernur Gorontalo, David Radjak, menilai persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari satu sisi.

Berita Terkait:  Investasi di Pohuwato Menjanjikan, Gusnar Tekankan Dua Poin Penting, Pelestarian Alam dan Keterlibatan Warga

Pernyataan itu disampaikan David menyusul peringatan Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo, Rivai Bukusu, terkait aktivitas pedagang UMKM di kawasan tersebut.

David mengaku heran isu itu kembali mencuat, sementara menurutnya, Pemprov Gorontalo saat ini tidak sedang memusatkan perhatian pada persoalan tersebut. Ia pun mempertanyakan urgensi mengangkat kembali isu itu tanpa melihat persoalan penataan dan pemberdayaan UMKM secara utuh.

Berita Terkait:  Hadiri Lebaran Ketupat di Kampung Jawa, Penjagub Salurkan Bantuan untuk Masjid

“Padahal Pemprov sedang tidak berkonsentrasi di sini. Memunculkan kembali isu ini tanpa melihat persoalan secara utuh justru menimbulkan pertanyaan, ada persoalan apa yang sebenarnya sedang ditutupi?” ujar David.

Ia kemudian menantang Rivai agar menunjukkan keberpihakan terhadap UMKM dengan turut menyoroti sejumlah kawasan yang sebelumnya disiapkan Pemerintah Kota Gorontalo sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Berita Terkait:  Perluasan Wilayah Kota Gorontalo Bukan Membentuk Daerah Administrasi Baru

Beberapa lokasi yang disebut David di antaranya kawasan Pasar Sentral, kompleks dan depan SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, serta kawasan Kota Tua yang pernah dicanangkan sebagai ruang pengembangan UMKM.

Menurutnya, kondisi sejumlah kawasan tersebut justru perlu mendapat perhatian serius. Kawasan yang semula diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat kini dinilai kurang bergairah dan terkesan sepi.

Berita Terkait:  Kontingen Gorontalo Raih Medali Perdana di POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI

“Coba lihat bagaimana kondisi kawasan-kawasan tersebut sekarang. Kawasan yang pernah dicanangkan sebagai ruang pengembangan UMKM justru terkesan sunyi dan nyaris hanya menyisakan lampu-lampu hias. Harusnya itu dulu yang diurus, bukan tiba-tiba menyeberang mewarning Pemprov,” tegasnya.

David juga mengingatkan bahwa keberpihakan terhadap pelaku UMKM tidak semestinya hanya diukur dari pembelaan terhadap pedagang yang berjualan di atas trotoar.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Instruksikan Pengerukan Sungai Lemito

“Jangan hanya karena membela pedagang yang berjualan di trotoar, lalu merasa paling pro UMKM,” tambahnya.

Lebih jauh, David turut menyentil sikap Rivai yang dinilai terlalu cepat memberikan peringatan kepada Pemprov Gorontalo. Ia meminta legislator tersebut melihat persoalan secara objektif dan tidak terjebak dalam kepentingan tertentu.

Berita Terkait:  Wagub Idah Harap Pemuda Muhammadiyah Perkuat Kontribusi untuk Daerah

“Pak Rivai Bukusu sebaiknya melihat persoalan ini dengan jernih. Jangan sampai sikap yang ditampilkan justru membuat publik melihat beliau lebih menyerupai juru bicara Wali Kota Gorontalo,” tandas David.

Di sisi lain, David menegaskan Pemprov Gorontalo tetap menaruh perhatian besar terhadap penguatan ekonomi masyarakat,

Berita Terkait:  Efisiensi Anggaran, Gubernur Gusnar Minta Kepala OPD Berbagi Kendaraan Dinas

termasuk melalui berbagai program yang menyentuh langsung pelaku usaha kecil.

Salah satu agenda yang disiapkan menjelang akhir 2026 adalah pendistribusian 12.700 paket pasar murah yang akan menjangkau seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Penilaian Lomba Perpustakaan Desa 2026 Berakhir di Tamaila

Menurut David, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,

tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi dan pelaku usaha.

Berita Terkait:  Forum LLAJ Gorontalo Gelar Rakor, Bahas Penyalahgunaan Terowongan GORR

“Di akhir tahun ini saja, Pemprov Gorontalo akan mendistribusikan 12.700 paket untuk pasar murah yang tersebar di seluruh wilayah Gorontalo. Ini tentu juga akan menjadi stimulan bagi pelaku-pelaku usaha,” pungkasnya.(Rls)