Hargo.co.id, GORONTALO – Peran pondok pesantren dalam membentuk generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia dinilai penting bagi pembangunan sumber daya manusia di Gorontalo. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan berbasis agama diharapkan terus berkembang dan mampu menjawab tantangan pendidikan di tengah perubahan zaman.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat menghadiri Milad ke-7 Pondok Pesantren (Ponpes) Alzahrul Khairat di Kelurahan Padengo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Ahad (1/11/2026).
Wagub Idah menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Ponpes Alzahrul Khairat yang selama tujuh tahun telah berupaya memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya melalui pembinaan generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai agama.
Menurutnya, membangun dan mengelola pondok pesantren bukan perkara mudah. Dibutuhkan komitmen, kebersamaan, serta kerja keras untuk menghadapi berbagai tantangan agar lembaga pendidikan tersebut terus berkembang.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Alzahrul Khairat yang hari ini memperingati milad ke-7. Usianya memang masih muda, tetapi semangat dan kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia patut kita dukung,” ujar Wagub Idah Syahidah.
Ia berharap Ponpes Alzahrul Khairat mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual,
tetapi juga memiliki karakter kuat, budi pekerti luhur, sopan santun, serta keimanan dan ketakwaan.
Menurut Wagub Idah, pendidikan pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kepribadian anak didik. Proses pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus diimbangi dengan penanaman nilai moral dan agama.
“Pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu. Ada tanggung jawab besar bagi para pendidik untuk membentuk anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” tuturnya.
Dirinya juga memberikan penghargaan kepada para pendiri, ustaz dan ustazah, pengurus, pembina,
serta seluruh pihak yang telah berperan menjaga keberlangsungan pesantren tersebut.
Ia berharap Ponpes Alzahrul Khairat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama sebagai landasan pendidikan.
Selain penguatan pendidikan, Ia mengharapkan bertambahnya usia pesantren dapat menjadi momentum memperluas sinergi dengan Majelis Taklim. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial.
Pada kesempatan itu, Wagub Idah secara pribadi turut menyerahkan bantuan sembako berupa beras, gula pasir, dan minyak goreng
kepada para undangan serta masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pesantren.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan keagamaan dan lingkungan sekitarnya.(Rls)












