Hargo.co.id GORONTALO – Â Mantan Ketua Dewan Pembina YDLP David Bobihoe merasa prihatin kondisi kampus UG. Apalagi sudah menghentikan proses perkuliahan selama dua hari.
Karena itu David memintakan agar mengembalikan kembali roh yayasan. Yaitu yayasan adalah milik masyarakat. “Universitas Gorontalo itu dilahirkan oleh masyarakat, sehingga Ketua Dewan Pembina itu ex officio adalah Bupati dan ketua Dewan pengawas adalah Ketua DPRD dan Dewan Pembina mengurus siapa yang akan menjadi pengurus yayasan,†ungkap David.
Diakui David, kondisi ini memang sudah diprediksi jauh hari sesaat mendekati masa akhir jabatannya. Sejak awal ia mengingatkan agar mekanisme pemilihan jangan terulang lagi seperti lima tahun sebelumnya.
Bahkan David Bobihoe sudah menghubungi Bendahara Yayasan Ilyas Lamuda. “Saya sudah meminta untuk mengundur waktu rapat karena kewenangan memilih pengurus adalah Dewan Pembina dan itu undang-undang yayasan tetapi tak diindahkan dan tiba-tiba saja sudah ada pengurus yayasan yang dipilih sendiri tanpa diketahui oleh dewan Pembina dan itu ilegal,†tegas David.
Lebih lanjut David mengatakan, selama ini dirinya diam karena menjaga institusi akademisi. Bahkan sebelum meletakkan jabatan sebagai Ketua Dewan Pembina, David berharap dilakukan audit forensik 2011-2015.
