Hargo.co.id, GORONTALO – Perhatian Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea terhadap pembangunan masjid dan kegiatan keagamaan mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Gorontalo, Nelson Pomalingo.
Nelson menyebut, pembangunan masjid yang dilakukan selama kepemimpinan Adhan patut mendapat perhatian. Ia mengungkapkan, sedikitnya sudah ada 12 masjid yang dibangun tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
“Pak Adhan sudah 12 masjid yang dibangun, dan tidak menggunakan anggaran APBD maupun APBN,” ujar Nelson Pomalingo saat menghadiri pelantikan pengurus DMI Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia, Ahad (4/10/2026).
Menurut Nelson, perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut menunjukkan dukungan Adhan Dambea terhadap kegiatan keagamaan di Kota Gorontalo.
Nelson yang pernah menjabat Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) selama dua periode dan Bupati Gorontalo dua periode itu pun menyampaikan apresiasi atas perhatian tersebut.
“Makanya saya kirim salam kepada Pak Adhan dan salut kepada beliau. Karena persoalan kegiatan agama, beliau sangat mendukung dan peduli sekali,” katanya.
Apresiasi tersebut disampaikan di tengah momentum penguatan peran DMI Kota Gorontalo. Organisasi ini diharapkan tidak hanya berfokus pada pengelolaan masjid, tetapi juga mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pembangunan karakter masyarakat.
Mewakili Wali Kota Adhan Dambea, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Gorontalo, Sukamto Mooduto, mengatakan masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar tempat ibadah.
Menurutnya, masjid dapat menjadi pusat pendidikan, pembinaan karakter, kegiatan sosial, sekaligus ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat.
“Fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah. Masjid juga dapat menjadi pusat pendidikan, hingga menjadi perekat kebersamaan dan persatuan masyarakat,” ujarnya.
Sukamto menilai, peran tersebut semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, DMI bersama para pengurus masjid diharapkan mampu menghadirkan program pembinaan yang menyentuh kebutuhan umat.
Ia juga mendorong masjid menjadi ruang yang menyejukkan serta terbuka bagi berbagai aktivitas positif masyarakat.
“Melalui masjid, kita memiliki kewajiban untuk menanamkan moral dan karakter Islam yang rahmatan lil ‘alamin kepada masyarakat,” katanya.
Selain pembinaan keagamaan dan pendidikan karakter, DMI juga didorong memperhatikan kebersihan lingkungan masjid, kegiatan sosial
serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan masjid.
Sukamto berharap kepengurusan DMI Kota Gorontalo nantinya mampu menyusun program kerja yang realistis, adaptif dan benar-benar menjawab kebutuhan jamaah.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan kepada pengurus DMI yang mendapat amanah untuk memimpin organisasi tersebut.
“Semoga kita sebagai pemimpin dari segala tingkatan dapat menjalankan amanah dengan baik, agar nantinya kita semua selamat dunia dan akhirat serta mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan,” pungkasnya.(Adv)












