Kota Gorontalo

Nuryanto: Literasi Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Program

×

Nuryanto: Literasi Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Program

Share this article
Nuryanto: Literasi Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Program
Pj Sekda Kota Gorontalo, Nuryanto pada kegiatan penutupan Festival Literasi 2026 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gorontalo, Kamis (5/11/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo terus mendorong penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sepanjang 2026.

Berita Terkait:  Di Apel Kerja Perdana Pemkot, Adhan Beri Kejutan ke 11 ASN

Komitmen itu mengemuka saat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, menutup secara resmi Festival Literasi 2026 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gorontalo, Kamis (5/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nuryanto menegaskan, rangkaian kegiatan literasi yang dilaksanakan pemerintah daerah tidak sekadar mengejar pencapaian target program. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk masyarakat yang memiliki wawasan luas, kreativitas, serta kemampuan bersaing.

Berita Terkait:  Sanksi Pelanggar Kebijakan Pembatasan Jam Operasional Rumah Makan Selama Ramadhan, Satpol PP Tunggu Instruksi Pimpinan

Sepanjang tahun ini, sedikitnya sembilan program telah dilaksanakan. Di antaranya lomba bertutur, bimbingan teknis penulisan berbasis budaya lokal, lomba perpustakaan kelurahan, literasi informasi, hingga lomba pembuatan video konten literasi.

Menurut Nuryanto, seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus membangkitkan minat baca masyarakat.

Berita Terkait:  Seabad RSAS, Pemkot Gorontalo Dorong Lompatan Digital dan Pelayanan Humanis

“Seluruh kegiatan ini bukan semata-mata untuk memenuhi target program, tetapi bertujuan membangun masyarakat yang memiliki kemampuan literasi, wawasan, kreativitas serta daya saing,” ujarnya.

Ia menekankan, pengembangan budaya literasi membutuhkan keterlibatan semua elemen.

Berita Terkait:  Pasar Sentral Difungsikan, Marten: Jangan Ada Lagi Pedagang Jualan di Jalanan

Karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, perpustakaan, dan lingkungan masyarakat perlu terus diperkuat

agar kebiasaan membaca dan belajar tumbuh secara berkelanjutan.

Berita Terkait:  Pemkot Gorontalo Gelar Salat Istisqa, Aleg Dekot Tak Satupun Hadir, Risman: Kami Kecewa!

Nuryanto juga mendorong agar keberadaan perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat membaca maupun meminjam buku. Perpustakaan harus berkembang menjadi ruang edukasi, pengembangan pengetahuan, dan pusat pembelajaran sepanjang hayat.

“Jadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat dan jadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Berita Terkait:  Antusias Warga Kota Gorontalo Datangi Pasar Murah

Pada kesempatan itu, Nuryanto turut menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

atas dukungan dana alokasi khusus (DAK) Nonfisik Tahun Anggaran 2026.

Berita Terkait:  Adhan akan Tertibkan Pom Mini dan Depot BBM yang Jual Harga Tinggi

Dukungan tersebut dinilai berperan penting dalam menunjang pelaksanaan berbagai program literasi di Kota Gorontalo

sehingga seluruh agenda yang direncanakan dapat terlaksana.(Adv) 

Berita Terkait:  Pengumuman Penting: Pemkot Cari Ahli Waris 13 Makam di Eks Terminal Andalas