Gorontalo

496 Nelayan di Gorontalo Terima Kartu Asuransi dari Pemprov

×

496 Nelayan di Gorontalo Terima Kartu Asuransi dari Pemprov

Share this article
Asuransi Nelayan Gorontalo
Penjagub Ismail memberikan sambutan pada Rapat Evaluasi SeHAT dan Asuransi Nelayan yang berlangsung di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Senin (14/8/2023). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya menyerahkan kartu asuransi kepada 496 nelayan, Senin (14/8/2023).

Berita Terkait:  Tak Penuhi Standar, 16 SPPG di Gorontalo Kena Sanksi Tutup Sementara

Penyerahan dilakukan secara simbolis tersebut dalam Rapat Evaluasi Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) dan Asuransi Nelayan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo.

Dalam sambutannya, Ismail mengakui jika pembayaran premi asuransi bagi nelayan masih terbilang kecil.

Berita Terkait:  Gusnar Bawa Kabar Baik dari Jakarta, BNPB Siapkan Rp97 Miliar untuk Gorontalo

Tanggungan asuransi itu sedikit menurun jika dibandingkan tahun lalu sebanyak 597 jiwa.

“Dengan alokasi APBD yang hanya Rp1,7 triliun kita harus proporsional untuk membiayai semua program kegiatan pemerintah,” kata Penjagub.

Berita Terkait:  Penjagub Luncurkan Gorontalo Half Marathon 2024

Dari jumlah anggaran tersebut, pihaknya mengeluarkan sebanyak Rp1,2 triliun untuk gaji dan operasional

“Itu harus dibagi untuk pendidikan 20 persen, kesehatan dan infrastuktur masing masing 10 persen dan sebagainya,” terangnya.

Berita Terkait:  Sambut HUT ke-78 RI, Pemprov dan Pemkot Gorontalo Gelar Doa Bersama

“Oleh sebab itu asuransi nelayan hanya 496 dari 25.000 nelayan,” tambahnya.

Ismail berharap, premi asuransi nelayan bisa dilanjutkan secara mandiri di tahun kedua dan seterusnya.

Berita Terkait:  Dispora Lengkapi Sarana Prasarana Di SPOBDA Provinsi Gorontalo

Ia mengatakan, tanggungan pemerintah provinsi hanya sebagai stimulan untuk memberikan jaminan saat melaut.

“Asuransi hanya Rp20 ribu per bulan, kalau beli rokok sekarang Rp25.000 sampai Rp30.000 per bungkus. Enggak ngerokok sehari sudah bisa bayar asuransi satu bulan,” tuturnya.

Berita Terkait:  Sambangi Rumpri Ridwan Monoarfa, Noval: Politik Secukupnya, Silaturahim yang Utama

Di tempat yang sama, Kadis Kelautan dan Perikanan Sila Botutihe menjelaskan asuransi bagi nelayan sudah ada sejak tahun 2016 hingga 2019.

Ia mengatakan, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI kala itu bekerjasama dengan PT Jasindo Gorontalo telah menanggung 17.273 jiwa.

Berita Terkait:  Pemprov Siap Sambut Kedatangan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Wamen P3A

Hanya saja, Tahun 2020 dan 2021 program dari kementrian itu tidak ada lagi karena pandemi covid-19.

“Kami di provinsi tahun 2022 mengalokasikan asuransi bagi 597 nelayan dan tahun 2023 sebanyak 496 nelayan. Jadi totalnya sudah 1.093 jiwa,” beber Sila.

Berita Terkait:  Pemutakhiran Indeks Desa Membangun di Provinsi Gorontalo Rampung Tepat Waktu

Sila menilai program asuransi ini sangat bermanfaat dan sudah dirasakan oleh petani.

Ia menjelaskan, asuransi kecelakaan kerja yang menyebabkan cacat permanen bisa menerima klaim hingga Rp70 juta per orang.

Berita Terkait:  Penjagub Minta, Khutbah Jumat Bahas Dosa dan Larangan Bunuh Diri

“Sedangkan, Bagi nelayan yang meninggal dunia bisa menerima klaim Rp40 juta. Ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  Ini Strategi Penjagub Tangani Tengkes di Gorontalo