Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Akhirnya, Terminal Baru Bandara Djalaluddin Beroperasi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:44 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Lebih kurang sebulan setelah diresmikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Terminal baru bandara Djalaluddin Gorontalo akhirnya beroperasi, Jumat (10/6). Pengoperasian terminal baru tersebut menjadi surprise bagi masyarakat Gorontalo dan para penumpang yang datang ke Gorontalo.

Pasalnya, mereka tak menyangka bila kedatangannya pada hari itu bertepatan dengan pengoperasian perdana terminal baru Bandara Djalaluddin.

Pengoperasian dan pemanfaatan terminal baru bandara Djalaluddin Gorontalo perdana oleh maskapai Garuda Indonesia Airlines (GIA) dengan rute Jakarta, Makassar-Gorontalo.

Para penumpang banyak yang kaget, karena tanpa diberitahu sebelumnya tiba-tiba sudah turun di terminal baru. Saat itu pesawat tidak lagi parkir di apron terminal lama, melainkan sudah di terminal baru. Selanjunya para penumpang turun dan masuk ke dalam terminal baru.

Setelah maskapai Garuda, disusul maskapai Batik Air. Khusus untuk maskapai Batik Air selain kedatangan, proses pemberangkatan juga sudah melalui terminal baru.

Sehingga para penumpang Batik Air merupakan penumpang perdana yang berangkat dari terminal baru.

Setelah Batik Air, dua pesawat kembali landing di terminal baru. Masing-masing Wings Air dengan rute Manado-Gorontalo, serta Avia Star Avia Star yang melayani penerbangan Gorontalo-Poso, Buol Tolo-toli, dan Ampana.

Pantauan Gorontalo Post, proses pemberangkatan penumpang lewat terminal baru jauh lebih baik dibanding terminal lama. Salah satunya terlihat pada proses chek in.

Bila di terminal lama, antrean chek in cukup panjang dan lama, maka di terminal lama proses chek ini berlangsung cukup cepat. Hal itu tak lepas dari keberadaan counter chek in yang jauh lebih banyak dibandingkan di terminal lama.

Begitu pun layanan informasi penerbangan sudah terlihat di monitor Bandara. Bila sebelumnya pula di Bandara lama, para penumpang terkadang duduk berhimpitan. Kali ini bisa leluasa.

Ruang tunggu di terminal baru bisa menampung hingga 700 penumpang.

Begitu pula pada proses kedatangan. Para penumpang tak lagi menumpuk dan berdesak-desakan untuk menunggu dan mengambil barang bawaan. Mereka terlihat menyebar untuk menunggu barang bawaan/bagasi.

Di bagian luar depan terminal baru bandara Djalaluddin juga lebih nyaman. Bila di terminal lama, para sopir berdesak-desakan berebut penumpang, kali ini jauh lebih tertib. Mereka hanya dipersilahkan sedikit jauh dari pintu keluar atau di teras Bandara. (and/hargo)

 

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar