SUWAWA, Hargo.co.id – Belum juga diresmikan, benteng Ulanta yang berlokasi di Desa Ulanta, Suwawa, Bone Bolango (Bonbol) yang baru saja mengundang decak kagum masyarakat sebulan terakhir kini kondisinya mulai kelihatan jorok. Pasalnya, dinding-dinding benteng mulai dipenuhi coretan tangan-tangan jahil.
Pantauan Gorontalo Post, diantara suasana ramai masyarakat yang datang silih berganti untuk berburu selfie panorama berlatar bangunan benteng itu menyayangkan pemandangan tak sedap di dinding bangunan yang penuh dengan coretan tangan.
Coretan itu bahkan cukup kontras karena begitu menghiasi hampir setiap sudut lapisan dinding bangunan. Coretan tangan berwarna putih itu terdiri dari coretan bertuliskan sebuah nama, abstrak hingga kata-kata jorok.
Santi Pakaya (33) warga Buladu Kecamatan Kota Barat yang sengaja datang bersama teman-temannya sangat menyayangkan pemandangan ini. Pasalnya, sekitar dua pekan lalu pemandangan tidak sejorok ini. “Dua minggu lalu memang sudah ada coretan, tapi sekarang sudah tambah banyak,” jelas Santi.
Senada juga disampaikan Zulkifli Utina (30) warga Limboto. Menurutnya, jika tidak dijaga maka benteng yang bakal menjadi spot destinasi kebanggaan di Bonbol ini bakal tidak jauh beda dengan kondisi pasar sentral Limboto, “Kalau tidak dijaga, besok besok ini sudah ada bau kencing, penuh kotoran kambing sampai menjadi tempat orang pesta miras,” kritiknya.
Kepala Dinas Pariwisata Bonbol, Aznan Nadjamudin, pun mengaku sangat geram akan kondisi ini. Pasalnya, coretan dinding itu diakibatkan oleh ulah tangan-tangan pengunjung jahil yang tidak bertanggung jawab.
Coretan tersebut, kata Aznan, diduga memakai batu bekas pondasi dari sisa-sisa material batu pekerjaan. “Kami mohon kepada siapa saja yang datang ke Ulanta Hil untuk tidak moncorat-coret karena merusak dan mengurangi keindahan, ini sebenarnya belum dibuka secara umum karena pekerjaannya masih belum selesai dan masih dalam pengawasan dinas PU dan Bappeda untuk diselesaikan beberapa tahap lagi,” imbaunya.
Belum selesainya pekerjaan itu memang membuat lokasi belum dipasang himbauan atau peringatan. Meski demikian, kata Aznan, bahwa Bupati Hamim Pou sudah memerintahkan Satpol-PP untuk menjaga keamanan lokasi.(csr/hg)
