Gorontalo

Bone Bolango Diharap jadi Role Model Penegakan Ketertiban dan Disiplin Pelajar

×

Bone Bolango Diharap jadi Role Model Penegakan Ketertiban dan Disiplin Pelajar

Share this article
Bone Bolango Diharap jadi Role Model Penegakan Ketertiban dan Disiplin Pelajar
Kepala Satpol PP Provinsi Gorontalo, Taufik Sidiki ketika membuka sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan kampanye ketertiban, kawasan tanpa rokok, serta penanganan dan pencegahan HIV/AIDS yang dilaksanakan di lingkungan SMA 1 Suwawa, Kamis (10/7/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Besar harapan Kepala Satpol PP Provinsi Gorontalo, Taufik Sidiki, Kabupaten Bone Bolango menjadi role model bagi daerah lain dalam penegakan ketertiban dan disiplin pelajar.

Berita Terkait:  Jadi Bagian Pembentukan Generasi Penerus, Gusnar: Literasi Bukan Program Tambahan

Harapan ini disampaikan Taufik pada saat pelaksanaan kegiatan kampanye ketertiban, kawasan tanpa rokok, serta penanganan dan pencegahan HIV/AIDS yang dilaksanakan di lingkungan SMA 1 Suwawa, Kamis (10/7/2025).

“Saya orang Bone Bolango, pernah menjadi asisten di Pemkab Bone Bolango, dan bahkan Ibu Kepsek ini adalah leting saya waktu di SMP. Jadi, saya berharap Bone Bolango bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib dan bebas dari pelanggaran,” ujar Taufik Sidiki.

Berita Terkait:  DLHK Pastikan Perusahaan Biomassa di Gorontalo Taat Aturan dan Ikuti Prosedur

Kampanye Ketertiban, kawasan tanpa rokok, serta pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di tingkat SMA/SMK se-Provinsi Gorontalo

merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Satpol PP Provinsi Gorontalo sebagai upaya memberikan edukasi

Berita Terkait:  Kedatangan 450 Jemaah Haji Gorontalo Kloter 12 Disambut Penjagub Rudy Salahuddin

dan meningkatkan pemahaman siswa terkait pentingnya kedisiplinan dan hidup sehat.

Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, sehat, serta bebas dari asap rokok dan penyalahgunaan zat berbahaya.

Berita Terkait:  POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI, Cabang Karate Tambah Raihan Medali Kontingen Gorontalo

Kampanye ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Satpol PP Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Suwawa, Lisna Nalole dalam sambutannya, secara tegas meminta kepada Satpol PP Provinsi Gorontalo

Berita Terkait:  Masjid Baiturrahman Limboto Terima Dana Hibah dari Pemprov Gorontalo

untuk mengambil tindakan langsung terhadap siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Bahkan, ia menyatakan siap apabila siswa yang melanggar tersebut harus diangkut ke kantor Satpol PP sebagai bentuk pembinaan dan efek jera.
Berita Terkait:  Perundungan Dilingkungan Sekolah Marak, Rudy Minta Peran Guru BK Dioptimalkan

“Saya tidak keberatan, bahkan saya minta kepada Satpol PP kalau ditemukan anak-anak kami merokok, silakan saja diangkut ke kantor Satpol. Nanti pihak sekolah yang akan menjemput. Itu mungkin bisa memberi efek jera,” ujar Lisna.

Dalam kesempatan tersebut, Lisna juga menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi sekolah,

Berita Terkait:  Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Emas, Gusnar Apresiasi Petugas Bandara

termasuk soal kebiasaan merokok yang masih terjadi pada sebagian siswa, bahkan dengan dukungan orang tua.

Ia mengungkap ada siswa yang secara terang-terangan mengaku diberikan rokok oleh orang tuanya agar tidak rewel,

Berita Terkait:  Pemprov Diminta Optimalkan Upaya Pencegahan Korupsi

bahkan ada yang bisa menghabiskan satu hingga tiga bungkus per hari.

Lebih jauh, Lisna menegaskan bahwa meski sekolah berada di lingkungan yang relatif aman dan masih kental dengan nilai-nilai adat,

Berita Terkait:  Wagub Idah Apresiasi Kontribusi KKSS Terhadap Pembangunan Daerah

pengawasan dan kerja sama dengan berbagai pihak tetap sangat diperlukan.

“Saya sudah hampir delapan tahun di SMA 1 Suwawa. Dibandingkan dengan pengalaman saya sebelumnya di Bongomeme, di sini anak-anak masih tergolong sopan, dan belum ada kejadian ekstrem seperti perkelahian berdarah atau penyalahgunaan narkoba berat. Tapi merokok ini jadi perhatian serius karena sudah merambah kalangan pelajar,” jelasnya.

Berita Terkait:  Raih Penghargaan Bunda Paud Terbaik Nasional, Fima Sebut Masih Banyak PR yang Harus Dikerjakan

Lisna juga menuturkan bahwa ada beberapa kasus siswa dengan latar belakang kenakalan sejak SMP,

termasuk penggunaan lem dan bolos berkepanjangan, namun sebagian besar siswa di SMA 1 Suwawa

Berita Terkait:  DLHK Pastikan Perusahaan Biomassa di Gorontalo Taat Aturan dan Ikuti Prosedur

masih berada dalam kategori perilaku yang wajar dan dapat dibina.(Rls)