Kab. Bone Bolango

Dakwah Ramadan Pemkab Bone Bolango: BAZNAS Utus Seorang Da’i ke Pinogu

×

Dakwah Ramadan Pemkab Bone Bolango: BAZNAS Utus Seorang Da’i ke Pinogu

Sebarkan artikel ini
Dakwah Ramadan Pemkab Bone Bolango_ BAZNAS Utus Seorang Da'i ke Pinogu
Pelepasan Da'i akan melaksanakan dakwah Ramadan di Kecamatan Pinogu.

Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone Bolango mengirim salah seorang da’i ke wilayah terpencil, yakni Kecamatan Pinogu selama sebulan dari tanggal 26 Februari 2025 hingga tanggal 05 April 2025, dalam program kafilah dakwah Ramadan dan advokasi.

Berita Terkait:  Kisah Pilu Seorang IRT di Pinogu, Berobat ke RS Harus Ditandu, Setengah Perjalanan Lanjut dengan Ojek

Da’i tersebut berasal dari Kota Sukabumi, Jawa Barat, yakni ustadz Rifqi Abdillah. Ia merupakan mahasiswa semester VI Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir, di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Keberangkatannya ke Kecamatan Pinogu bersama Tim Kafilah Dakwah itu, dilepas secara resmi oleh

Berita Terkait:  MSIB ke-7, Bappeda Bone Bolango Kembali Dipercaya jadi Mitra Penyelenggara

Bupati Bone Bolango yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan Kebudayaan, Kristianto Ruchban,

di Kantor BAZNAS Bone Bolango, Rabu (26/2/2025).

Berita Terkait:  Budiyanto: Cakupan Layanan Air Bersih ke Warga Alami Kemajuan

Untuk diketahui bersama bahwa Pinogu merupakan salah satu wilayah kecamatan terpencil di Kabupaten Bone Bolango dengan luas wilayah sekitar 405 Km persegi melewati Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Kondisi ini membuat akses menuju ke kecamatan yang berada di wilayah timur Provinsi Gorontalo tersebut tergolong ekstrem.

Berita Terkait:  Program Bunga Desa, Kades Pangi: Sangat Membantu Kami dan Warga

Ustaz Rifqi Abdillah sendiri mengaku penasaran dengan medan ekstrem yang akan ditempuh ke Pinogu berdasarkan pengamatannya di YouTube dan media sosial lainnya.

“Insya Allah, saya siap lahir batin,” ujarnya.

Berita Terkait:  Seorang Warga Bone Bolango Meninggal Dunia Diduga Akibat DBD

Ia mengungkapkan dengan penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta menguasai beberapa kitab kuning, diantaranya Matan Jurumiyah, Matan Baiquniyah, Matan Abi Syuja, serta Hafal 10 Juz dan Hadis Arbain bersanad.

Dirinya siap mengabdi dan ikhlas berbagi ilmu sebagaimana harapan Almamaternya kepada warga di Kecamatan Pinogu.

Berita Terkait:  Gandeng Pemdes, Dinas Kominfo Bone Bolango Mulai Sosialisasikan KIM

Pada kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kebudayaan, Kristianto Ruchban, atas nama Bupati Bone Bolango menyambut baik program Kafilah Dakwah Ramadan STID Mohammad Natsir.

Hal ini tentu sebagai program peningkatan kualitas SDM, khususnya bidang keagamaan.

Berita Terkait:  9.401 Pekerja di Bonbol Tercover BPJS, Dibiayai APBDes

“Semoga masyarakat Pinogu dapat memanfaatkan kehadiran da’i, terutama majlis Taklim, TPQ dan karang taruna,” ujar Kristianto Ruchban.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Bone Bone Bolango, Faisal Hasim Pakaya berharap

Berita Terkait:  Budiyanto Minta, OPD Pacu Capaian Indeks MCP

masyarakat Pinogu untuk dapat memanfaatkan kehadiran da’i tersebut selama satu bulan,

khususnya untuk memperlancar dan memperbaiki baca Al Qur’an (Tahsin) memperdalam ilmu agama, dan lain sebagainya.

Berita Terkait:  Gondol PARIS GO Award, Merlan: Jangan Lelah Ajak Warga Pakai QRIS

Pantauan di lokasi, turut hadir pada pelepasan Kafilah Dakwah tersebut, diantaranya Kabag Kesra Bone Bolango Erna Patutih, pengurus Dewan Dakwah Provinsi Rizal Rahmola, pimpinan dan pengurus BAZNAS Bone Bolango.

Ketua BAZNAS Bone Bolango, Faisal Hasim Pakaya sendiri bersama staf Baznas turut mengantar da’i tersebut hingga ke Kecamatan Pinogu.

Berita Terkait:  Gelar Pasar Murah, Merlan Turun Tangan Layani Warga

Adapun sebagian pimpinan BAZNAS, pengurus dari Dewan Dakwah Provinsi Gorontalo

dan Tim Kafilah Da’i yang merupakan sahabat dari ustadz Rifqi hanya sampai di Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur, 

Berita Terkait:  Kisah Pilu Seorang IRT di Pinogu, Berobat ke RS Harus Ditandu, Setengah Perjalanan Lanjut dengan Ojek

Desa perbatasan yang bisa ditempuh dengan mobil.(Rls)