Legislatif

DPRD Kabgor Godok Ranperda Pembelajaran Berbasis budaya, Sejarah dan SDA

×

DPRD Kabgor Godok Ranperda Pembelajaran Berbasis budaya, Sejarah dan SDA

Share this article
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Hendra Abdul, Ranperda Pembelajaran Berbasis Budaya
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Hendra Abdul

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua buah rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang kini tengah digodok Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, satu diantaranya akan menjadi Perda yang pertama lahir di Indonesia. Yaitu, Perda tentang pembelajaran berbasis budaya, sejarah dan sumber daya alam.

Berita Terkait:  Pembebasan Lahan Belum Terealisasi, Pekerjaan Jalan di Anggrek Terancam Batal

“Satu hal menarik, khusus Ranperda tentang pembelajaran berbasis budaya, sejarah dan sumber daya alam di satuan pendidikan dasar, itu Perda pertama di Indonesia. Belum ada yang mengusulkan. Karena yang ada sekarang baru Perda tentang kurikulum muatan lokal,” ungkap Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Hendra R Abdul.

Apalagi lanjut disampaikan Hendra, Perda tentang pembelajaran berbasis budaya, sejarah dan sumber daya alam di satuan pendidikan dasar tidak berbicara soal kurikulum.

Berita Terkait:  Jadi Atensi, Dana Pilkada akan Dipenuhi Pada APBD 2024

“Jadi, kita tidak bicara soal kurikulum. Tapi, perda bagaimana pembelajaran itu berbasis budaya, sejarah dan sumber daya alam,” jelasnya.

“Intinya bisa ditindaklanjuti pembuatan misalnya standar isi. Kemudian konsep atau dokumen tentang pembelajaran berbasis budaya, seperti kurikulumlah begitu. Yang pasti ditindaklanjuti lewat perbup,” imbuh Hendra.

Berita Terkait:  Polemik Lahan PT. Tolangohula, Fraksi Golkar Minta Pemkab Boalemo Tegas

Dengan adanya Perda tersebut, kata Hendra, akan ada beberapa kelemahan di daerah yang bisa ditemui, termasuk cara mengevaluasi efektif tidaknya pembelajaran dapat dilakukan.

“Kita masukkan itu sebagai materi dalam Ranperda, terutama di bab soal riset tentang pembelajaran. Jadi, kita berkewajiban untuk melakukan riset penelitian terhadap output pembelajaran itu,” pungkasnya.(*) 

Berita Terkait:  Aksi Gabungan Desak Kebijakan untuk Penambang Tradisional di Gorontalo

Penulis: Deice