Eksplor Pengalaman dari Japan-Asia Exchange Program

×

Eksplor Pengalaman dari Japan-Asia Exchange Program

Sebarkan artikel ini

Tak sedikit orang yang ingin pergi ke Jepang. Entah sekadar berkunjung atau melanjutkan studi di sana. Negara dengan kehidupan serba teknologi ini tak lantas membuat masyarakatnya melupakan warisan budaya dari leluhur mereka. Beruntunglah bagi orang-orang yang berhasil menginjakkan kaki ke negeri Sakura ini. Karena ada kebanggaan bagi diri sendiri setelah berhasil menikmati kehidupan disana.

Suci Priyanti Kartika Chanda Sari merupakan mahasiswi Fakultas Hukum, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang berkesempatan mengikuti Exchange Program (Program Pertukaran) selama hampir sebulan di Jepang. Perempuan kelahiran 30 Mei 1996 ini pada tahun 2017 menjadi satu dari beberapa mahasiswa yang diberangkatkan ke Jepang berkat penelitiannya di bidang lingkungan.

Sebelumnya, dia tidak pernah bermimpi untuk menjajaki negeri Matahari Terbit tersebut. Namun setelah pulang dari KKS Kolaborasi, perempuan yang akrab disapa Suci ini kemudian bertekad agar bisa terbang ke sana.

“Aku sebenarnya nggak pernah kepikiran atau bermimpi ke Jepang. Malahan penginnya ke Arab Saudi. Tapi, waktu selesai ikut KKS Kolaborasi, aku dan beberapa mahasiswa lain ikut seleksi exchange program ini. Tesnya itu banyak, mulai dari tes bahasa Inggris, kemampuan di bidang seni dan akademik, IPK dan masih banyak tes lagi,” tuturnya.

Selama hampir setahun lamanya mengikuti seleksi, seluruh tekad, usaha, semangat belajar yang dikerahkan dan diiringi dengan ridho dan doa dari kedua orangtuanya terbayar sudah. Suci terpilih menjadi perwakilan pada Exchange Program, bersama delapan rekan mahasiswa lainnya. Anak pertama dari pasangan Ilke Inaku dan Syarifudin Pauweni ini mengaku selama di Jepang dirinya mendapatkan banyak sekali pengalaman dan pelajaran hidup.

“Di sana aku dan teman-teman stay di dua kota, yakni Matsuyama City dan Seiyo City. Ada banyak sekali pengalaman dan pelajaran hidup yang sangat berharga selama di dua kota ini. Bahkan sepulang dari sana aku mencoba menerapkan pengalaman dan pelajaran hidup tersebut. Seperti menerapkan budaya disiplin waktu, konsisten terhadap sesuatu, mengapresiasi karya orang lain dan menghargai antar sesama,” jelas pemilik akun Instagram @sucypkcs.(ZT-10)