Hargo.co.id, GORONTALO – Rencana pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Provinsi Gorontalo mulai memasuki tahap pematangan. PT Berdikari (Persero) bersama PT Surveyor Indonesia (Persero) turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kesiapan lokasi pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi di Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara, Rabu (14/10/2026).
Verifikasi tersebut menjadi bagian dari penyusunan studi kelayakan pembangunan tiga fasilitas utama, yakni farm parent stock, hatchery, dan feed mill. Pemeriksaan mencakup aspek legalitas hingga kondisi teknis lahan sebagai dasar sebelum proyek berlanjut ke tahap perencanaan dan konstruksi.
Kehadiran tim PT Berdikari dan PT Surveyor Indonesia diterima Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, didampingi Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Risjon Sunge serta Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Ramdan Pade.
Dalam pertemuan tersebut, General Manager Poultry Business PT Berdikari, Agus Setyawan, memaparkan perkembangan rencana pembangunan fasilitas HAT beserta hasil survei lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Gusnar menyerahkan salinan Surat Keputusan (SK) Penetapan Lokasi Pembangunan Fasilitas HAT.
Agus mengatakan, dokumen penetapan lokasi tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi perusahaan untuk melanjutkan tahapan pembangunan.
“SK penetapan lokasi ini sangat penting bagi kami sebagai dasar pelaksanaan proyek konstruksi. Selanjutnya akan kami sampaikan ke kementerian/lembaga untuk diverifikasi dalam pengajuan proyek strategis nasional atas program HAT ini,” kata Agus.
Gubernur Gusnar Ismail menyambut positif perkembangan tersebut. Menurutnya, pembangunan HAT berpotensi memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan peternakan di Gorontalo, terutama melalui penyerapan produksi jagung lokal sebagai bahan baku pakan ternak.
Selain memperkuat pasar bagi petani jagung, keberadaan fasilitas peternakan terintegrasi diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan ayam di daerah.
“Hilirisasi ayam terintegrasi ini sudah kami nanti-nantikan sejak awal tahun. Proyek strategis nasional Pak Presiden Prabowo melalui Danantara ini akan membangun peternakan ayam yang terintegrasi, mulai dari pakan, telur hingga ayamnya. Semuanya dikelola menjadi satu,” ujar Gubernur Gusnar Ismail.
Potensi dukungan bahan baku dari sektor pertanian menjadi salah satu faktor penting bagi pengembangan program tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen di Provinsi Gorontalo pada 2025 mencapai 653,29 ribu ton.
Besarnya produksi tersebut diharapkan dapat membuka peluang penyerapan jagung lokal untuk kebutuhan pakan dalam rantai produksi HAT.
Dengan demikian, program ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat industri peternakan,
tetapi juga mendorong keterkaitan antara sektor pertanian dan peternakan serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.
Dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan dapat memperlancar tahapan persiapan proyek,
sehingga rencana pembangunan fasilitas HAT di Gorontalo dapat berlanjut sesuai proses yang ditetapkan.(Rls)












