Gorontalo

Hadiri Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa, Gubernur Gusnar Tekankan Tiga Isu Prioritas

×

Hadiri Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa, Gubernur Gusnar Tekankan Tiga Isu Prioritas

Share this article
Hadiri Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa, Gubernur Gusnar Tekankan Tiga Isu Prioritas
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail ketika menerima plakat dari penyelenggara Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2025 Regional Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kamis (7/8/2025). (Foto: Alif/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menekankan tiga isu krusial yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan dana desa.

Berita Terkait:  Gusnar Ismail Apresiasi Sabuk Kamtibmas, Dorong Partisipasi Warga Jaga Daerah

Ketiga isu, menurut Gubernur Gusnar Ismail, berkaitan erat dengan perkembangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.

“Pertama, pengentasan kemiskinan, kedua penanganan stunting, dan ketiga sinergi program nasional berbasis desa,” ungkap Gubernur Gusnar Ismail saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2025 Regional Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kamis (7/8/2025).

Berita Terkait:  Izin Pertambangan Rakyat di Gorontalo Masih Berproses, Warga Diminta Proaktif Lengkapi Syarat

Gubernur Gusnar Ismail menjelaskan, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini angka kemiskinan di Gorontalo memang menurun.

Dari 13 persen lebih, lanjut dia, turun menjadi 12 persen lebih di Maret 2025. Tapi ini masih di atas rata-rata nasional.

Berita Terkait:  Bulog Gorontalo Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran

“Oleh karena itu, pemanfaatan dana desa harus lebih tajam untuk menurunkan angka kemiskinan,

apalagi bapak dan ibu kepala desa memegang DTKS dan mengetahui kondisi riil masyarakat,” ujar Gusnar Ismail.

Berita Terkait:  GHM 2025 Diikuti Peserta dari Seluruh Pulau di Indonesia

Selain kemiskinan, Gusnar Ismail juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan besar di Provinsi Gorontalo, karena dinilai masih kurang optimal di tingkat desa.

“Kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bisa menjadi garda terdepan dalam program pencegahan stunting,

Berita Terkait:  Kunker ke Gorontalo, Fadli Zon Bahas Pemajuan Kebudayaan

jika persoalan ini kita tangani bersama, saya yakin bisa cepat kita tangani. Pengelolaan dana desa untuk stunting sangat penting sifatnya,” tegasnya.

Isu ketiga yang disampaikan berkaitan dengan dua program nasional, yakni makan bergizi gratis(MBG). Gusnar Ismail mendorong desa untuk mendukung keberhasilan program ini dengan memberdayakan potensi pertanian dan peternakan lokal melalui dana desa.
Berita Terkait:  Pengrajin Karawo Kian Kreatif, Siap Tampil di Ajang Dekranas 2026

“Tahun depan saya prediksi, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi nantinya akan membutuhkan bahan baku.

Jadi mohon bapak dan ibu jika ada masyarakat desa yang punya potensi bertani dan beternak agar bisa didorong lewat program desa,” ujar Gusnar Ismail.

Berita Terkait:  Anak Muda Ambil Peran, Hulondalo Mopuasa Fest 2026 Resmi Digelar

Terakhir, Gusnar Ismail berharap sinergi yang telah terjalin antara kepala desa, perangkat desa, BPD,

dan tokoh masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Berita Terkait:  Lepas Kloter 28, Gubernur Minta JCH Doakan Embarkasi Haji Penuh Terwujud

“Kalau ini bisa bersinergi terus, maka bisa dipastikan kualitas program akan berhasil dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Gusnar Ismail.(Alif)