Gorontalo

Harga Bahan Pokok Mencekik, Pasar Murah Pemprov Jadi Oase Warga di Tengah Kemarau

×

Harga Bahan Pokok Mencekik, Pasar Murah Pemprov Jadi Oase Warga di Tengah Kemarau

Share this article
Harga Bahan Pokok Mencekik, Pasar Murah Pemprov Jadi Oase Warga di Tengah Kemarau
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail pada kegiatan pasar murah yang digelar Pemprov Gorontalo di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Matahari baru mulai meninggi ketika antrean warga sudah memanjang di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026).

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Pimpin Bupati dan Wabup Temui Dirjen Minerba, Nasib 14 Blok WPR Mulai Terang

Sejak sekitar pukul 06.30 Wita, warga berdatangan untuk mendapatkan kupon pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Mereka rela berdesakan dan menunggu di bawah terik matahari demi membawa pulang paket kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran.

Berita Terkait:  115 UMKM Telaga Terima Bantuan Bahan Produksi, Idah: Jangan Sampai Habis Tanpa Hasil

Sebanyak 2.000 paket bahan pokok disiapkan dalam kegiatan tersebut. Satu paket berisi tujuh komoditas, yakni beras lima kilogram, cabai atau rica seperempat kilogram, bawang merah setengah kilogram, telur 10 butir, minyak goreng satu liter, gula pasir, serta ayam broiler.

Jika dibeli dengan harga pasar, keseluruhan kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp270 ribu. Namun melalui subsidi pemerintah, warga cukup membayar Rp95 ribu.

Berita Terkait:  Pusling Dinas Arpus Sambangi Lapas Perempuan, Literasi Jadi Bekal Warga Binaan

Selisih harga yang sangat besar itu membuat pasar murah menjadi magnet bagi masyarakat, terutama di tengah tekanan harga kebutuhan pangan.

Vivin Ishak, salah seorang warga, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Ia membandingkan harga beras dan cabai yang dibelinya di pasar maupun toko dengan harga yang ditawarkan pemerintah.

Berita Terkait:  Penanganan ODGJ Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

“Ya Allah pak, beras lima kilo saja mo beli di Indomaret sampe Rp97 ribu. Di sini hanya Rp25 ribu.

Rica sekilo di pasar skarang so Rp130 ribu pak.
Berita Terkait:  Cabai Rawit, Beras, Rokok dan Tomat Pengaruhi Inflasi Kota Gorontalo

Jadi torang bersyukur ada pasar murah ini. Terima kasih skali Pak Gubernur,” ujarnya.

Antusiasme warga menunjukkan bahwa pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial. Bagi masyarakat, subsidi pangan menjadi ruang untuk menghemat pengeluaran rumah tangga ketika harga sejumlah kebutuhan pokok terus bergerak naik.

Berita Terkait:  Gusnar-Idah Lampaui Ekspektasi, Tahun 2025 Gorontalo Makin Maju dan Sejahtera

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail mengatakan, pasar murah tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan masyarakat. Kondisi itu membuat pemerintah perlu mengambil langkah agar kebutuhan dasar tetap dapat dijangkau.

Berita Terkait:  Pemprov Mulai Kerjakan Perbaikan Jalan Brigjen Piola Isa, Jawaban atas Keluhan Warga

“Makanya pemerintah mengambil langkah yang dinamakan intervensi pasar. Biasa ibu bapak beli tujuh paket bahan pokok ini Rp270 ribu, bapak cukup bayar Rp95 ribu,” kata Gubernur Gusnar Ismail.

Ia menyadari jumlah paket yang disediakan belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Namun, pemerintah tetap berupaya memberikan bantuan melalui subsidi agar beban pengeluaran warga dapat ditekan.

Berita Terkait:  Dukcapil PMD Provinsi Gorontalo Catat Prestasi di Tingkat Nasional

“Memang ini tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, tetapi paling tidak pemerintah hadir dan membantu masyarakat,” ujarnya.

Dalam pasar murah di Desa Luwoo, tujuh komoditas tersebut dijual dengan harga subsidi.

Berita Terkait:  Penjagub: Latsargab Penting untuk Antisipasi Terjadinya Musibah

Beras lima kilogram dibanderol Rp25 ribu, sementara cabai seperempat kilogram, bawang merah setengah kilogram, telur 10 butir, minyak goreng satu liter dan gula masing-masing Rp10 ribu. Adapun ayam broiler dijual Rp20 ribu.

Pasar murah serupa sebelumnya telah digelar di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, sehari sebelum kegiatan di Desa Luwoo.

Berita Terkait:  ASN Perempuan Ingin jadi Pejabat di Pemprov, Idah: Harus Kantongi Izin Keluarga

Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menekan dampak kenaikan harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat, terutama ketika tekanan ekonomi rumah tangga semakin terasa.

Di tengah panasnya musim kemarau, antrean panjang warga di Luwoo seolah menggambarkan satu hal sederhana: ketika harga kebutuhan pokok terasa berat, subsidi pangan menjadi oase yang benar-benar ditunggu masyarakat.(Rls) 

Berita Terkait:  115 UMKM Telaga Terima Bantuan Bahan Produksi, Idah: Jangan Sampai Habis Tanpa Hasil