Kabar Nusantara

Iming-iming Lolos Seleksi Polri dengan Uang, Dedi: Jangan Percaya

×

Iming-iming Lolos Seleksi Polri dengan Uang, Dedi: Jangan Percaya

Share this article
Lolos
Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Dedi Prasetyo. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – As SDM Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengimbau masyarakat tak percaya iming-iming janji lolos rekrutmen Polri dengan membayar sejumlah uang.

Berita Terkait:  Suasana Mudik di Pelabuhan Ferry Gorontalo Mulai Ramai

Dedi menegaskan jika ada yang mengaku bisa meloloskan calon peserta rekrutmen dengan imbalan, pasti orang tersebut sedang melakukan penipuan.

“Jangan mudah terprovokasi oleh hasutan-hasutan orang,” kata Dedi di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (11/7/2023).

Berita Terkait:  Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Kota Gorontalo Dipadati Warga

“Lolos dengan cara-cara secara instan bisa masuk ke polisi itu tidak benar. Apalagi dengan membayar uang tertentu, itu pasti dibohongin,” tambahnya.

Dedi meminta masyarakat juga melek informasi soal banyaknya kasus penipuan modus rekrutmen Polri.

Berita Terkait:  Helena Fiorentina, Taruna Akpol Polri Raih Juara Dalam Kompetisi Esai Internasional

Ia mengatakan, sejak awal pendaftaran rekrutmen Polri dibuka, pihaknya telah mensosialisasikan masuk Polri gratis tanpa pungutan biaya.

“Di awal rekrutmen itu sudah kita sosialisasikan bahwa percaya kepada diri sendiri. Kemudian harus yakin pada persiapan-persiapan yang dilakukan,” ucap Dedi.

Berita Terkait:  Warga Imandi dan Tambun Saling Serang, Daratan Dumoga Kembali Memanas

Mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan masyarakat yang hendak mengikuti rekrutmen Polri harus percaya diri. Karena lolos seleksi, sambung Dedi, berdasarkan kemampuan diri sendiri.

Dedi menuturkan, banyak kasus penipuan modus rekrutmen Polri yang terungkap karena orang tua peserta rekrutmen merasa dibohongi.

Berita Terkait:  Jelang HUT Bhayangkara, Polsek Popayato Gelar Bakti Sosial Lintas Agama

“Banyak orang tua yang tertipu. Saat sudah membayar sejumlah uang kepada orang tertentu, tetapi anaknya tetap tidak lolos seleksi,” ungkapnya.

Dedi menekankan kelulusan peserta rekrutmen Polri adalah berdasarkan kemamuan dan persiapan maksimal. Tak ada cara instan.

Berita Terkait:  Mutasi di Tubuh Polri: Kapolda Aceh dan 2 Wakapolda Diganti

“Pada kenyataannya, banyak yang tidak lulus. Karena apa? Karena semuanya boleh dikatakan persiapannya tidak maksimal. Persiapannya instan,” kata Dedi.

Ia berharap masyarakat yang berniat untuk menjadi anggota polri agar mempersiapkan diri dengan matang. Mulai dari fisik, mental dan intelektual.

Berita Terkait:  Kapolresta Gorontalo Kota Boyong Anak Panti Asuhan Belanja Baju Lebaran

“Juga harus yakin kepada kemampuan sendiri,” tandasnya.(*)

Rilis: Humas Mabes Polri