UG Terancam Ditutup, Ini Penjelasan Pihak Yayasan

×

UG Terancam Ditutup, Ini Penjelasan Pihak Yayasan

Sebarkan artikel ini
Konrensi Pers Yang Digelar Yayasan DLP dan Rektorat UG, Rabu 4/5. (foto Roy Van Gobel)

Hargo.co.id GORONTALO – Menanggapi reaksi publik atas pemberitaan terkait permasalahan yang terjadi diinternal Universitas Gorontalo, terkait petisi yang disampaikan sejumlah Dosen dan karyawan UG, serta menyangkut pernyataan Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo yang menyatakan Kampus UG bisa ditutup karena tersangkut masalah, membuat segenap civitas akademi Universitas Gorontalo angkat bicara.

Dalam Press conference yang dilaksanakan Rabu (4/5) siang, segenap Pimpinan Yayasan dan Pimpinan UG menyatakan bahwa semua tuntutan dalam petisi Serikat Dosen dan Karyawan UG, seluruhnya sudah dijalankan dan terus dilakukan perbaikan oleh pihak yayasan.
Adapun perbaikan sistem yang telah dilaksana antara lain meliputi:
– Penataan struktur OTK
– Penerapan SO Puntuk semua unit pelayanan dilingkungan UG
– Penataan sistem keuangan UG dan Yayasan
– Penataan sistem pengelolaan aset yayasan
– Peningkatan kesejahteraan Dosen dan Karyawan.

Ketua Yayasan DLP Jamal Mooduto menyatakan perbaikan sistem ini sudah dilakukan,Hal ini sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas penyelenggara organisasi tata kerja dilingkungan UG dan Yayasan. Sehingga wacana kampus UG ditutup, itu tidak benar.

” Apa yang menjadi tuntutan para dosen, sudah dilaksanakan oleh pihak yayasan. Oleh sebab itu Yayasan dan Lembaga menilai demo yang dilakukan oleh Serikat Dosen dan Karyawan UG, telah merusak nama baik dan citra UG, dan sengaja telah melakukan cara-cara yang mengandung profokatif untuk membangun opini negetif tentang UG.” Ujar Jamal.

Selain itu pihak yayasan dan rektorat menganggap bahwa demo yang dilakukan oleh para dosen dan karyawan ini, sudah ditunggangi oleh oknum-oknum yang sengaja ingin masuk dalam sistim Kampus UG.

Sementara itu menyangkut pernyataan Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo tentang adanya kemungkinan UG ditutup dibantah keras oleh pihak Yayasan maupun Rektorat.

” Kami atas nama Yayasan dan seluruh Civitas Akademika UG sangat menyayangkan pernyataan Bupati Nelson dan meminta agar Bupati menarik kembali pernyataan yang telah disampaikan melalui media dan meminta maaf kepada seluruh Civitas Akademika UG” ujar Ketua Yayasan Jamal Mooduto.
Selain itu jamal meminta agar pihak lain tidak terlalu dalam mencampuri urusan rumah tangga Kampus UG dan Yayasan.

Hal senada juga disampaikan oleh Rektor Universitas Gorontalo, Dr. Ibrahim Ahmad,SH. Menurut Ibrahim Ahmad sebagai Rektor pihaknya merasa terusik atas pernyataan Bupati Nelson.

Ibrahim menambahkan, Perguruan Tinggi bisa diancam ditutup, jika terjadi dualisme kepemimpinan di yayasan dan juga tidak terpenuhi rasio  perbandingan dosen dan karyawan .

” Jika itu pernyataan beliau sebagai kapasitas seorang Bupati, maka hal ini sangat disayangkan , sehingga saya berharap Bupati Nelson agar menarik kembali pernyataannya dan meminta maaf” Tegas Ibarahim Ahmad.

Dengan adanya pernyataan tersebut, pihak Yayasan dan Rektorat sepakat bahwa permasalahan yang terjadi merupakan hal yang biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya pihak yayasan juga akan melokalisir mengenai hal ini, dan akan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tingkat Yayasan maupun Lembaga UG.

Dalam konrensi pers ini, juga di hadiri sejumlah dosen dan karyawan UG serta perwakilan BEM UG dan alumni mahasiswa UG.(rv/hargo)