Gorontalo

Karawo Jadi Magnet di Jamnas, Cucu Baden-Powell Kepincut Budaya Gorontalo

×

Karawo Jadi Magnet di Jamnas, Cucu Baden-Powell Kepincut Budaya Gorontalo

Share this article
Karawo Jadi Magnet di Jamnas, Cucu Baden-Powell Kepincut Budaya Gorontalo
Cucu Baden-Powell, pendiri Gerakan Kepanduan Dunia saat berada di Stand Gorontalo pada Jamnas 2026.

Hargo.co.id, GORONTALO – Warisan budaya Gorontalo mendapat perhatian istimewa di tengah kemeriahan Jambore Nasional (Jamnas) 2026. Sulaman Karawo yang diperagakan di stand Kwarda Gorontalo sukses menarik perhatian peserta hingga tamu istimewa, termasuk cucu Baden-Powell, pendiri Gerakan Kepanduan Dunia.

Berita Terkait:  Lomba Bertutur Jadi Ruang Tanamkan Literasi dan Cinta Budaya pada Anak Gorontalo

Momen tersebut terjadi di kawasan pameran Jamnas pada 16 Agustus 2026. Di stand Kwarda Gorontalo, Kak Sella, Pembina Pramuka Puteri dari Kontingen Kwarcab Kota Gorontalo, memperagakan langsung proses pembuatan sulaman Karawo.

Kunjungan cucu Baden-Powell ke stand tersebut pun berlangsung lebih dari sekadar kunjungan singkat. Ia tampak tertarik menyaksikan proses penyulaman, berbincang dengan para pembina, serta mengabadikan momen bersama kontingen Gorontalo.

Berita Terkait:  BKKBN Provinsi Gorontalo Apresiasi Klinik Swasta Melalui Penilaian Pelayanan KB

Ketertarikan itu kemudian ikut memancing rasa ingin tahu peserta Jamnas dari berbagai daerah.

“Anak-anak Penggalang silih berganti mendatangi stand untuk melihat dari dekat bagaimana kain Karawo dikerjakan,” ujar Kak Sella.
Berita Terkait:  Satpol PP Dampingi Komisi I Deprov Lakukan Sidak di Sejumlah OPD

Sebagian cukup mengamati, sementara lainnya mencoba mengikuti proses pengerjaan. Para pembina dari berbagai daerah juga turut berbincang mengenai Karawo dan kekayaan budaya yang dimiliki Gorontalo.

Di tengah banyaknya stand pameran dari seluruh Indonesia, Karawo tampil bukan sekadar sebagai produk yang dipajang. Proses pembuatannya secara langsung justru menjadi daya tarik tersendiri.

Berita Terkait:  Nani Ismail Mokodongan Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi

Pengunjung dapat melihat bahwa keindahan Karawo lahir dari pekerjaan tangan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan keterampilan.

Dari proses sederhana itu, tersimpan pengetahuan serta warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Gorontalo.

Berita Terkait:  Gubernur Jauhi Perdebatan Kontraproduktif, Sepakat dengan Bupati Sofyan Bangun Gorontalo

Bagi Kontingen Gorontalo, momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan budaya daerah melalui Gerakan Pramuka.

Kehadiran Karawo menunjukkan bahwa kegiatan kepanduan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi lokal kepada generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia.

Berita Terkait:  Djoewiati Kentjana Fokus Pelatihan Pemasaran untuk Perajin Karawo

Semangat tersebut sejalan dengan arah pembinaan Pramuka Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Kamabicab H. Adhan Dambea.

Pramuka didorong tidak hanya menjadi wadah kegiatan dan perkemahan, tetapi juga sarana membentuk generasi yang mengenal identitas daerah serta memiliki keberanian untuk memperkenalkannya di tingkat nasional.

Berita Terkait:  RUPS LB BSG Tetapkan Rudiyanto Katili di Direksi, Riris Ismail Komisaris Independen

Karawo akhirnya menjadi cerita tersendiri dari Jamnas 2026. Dari sebuah stand sederhana, budaya Gorontalo mampu menarik perhatian anak-anak, pembina, hingga keluarga pendiri Gerakan Kepanduan Dunia.

Bagi Gorontalo, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa kekuatan daerah tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan kemajuan teknologi.
Berita Terkait:  Jadi Bagian Pembentukan Generasi Penerus, Gusnar: Literasi Bukan Program Tambahan

Budaya, kreativitas dan karakter generasi muda juga menjadi bagian penting dalam membangun masa depan daerah.

Di tengah hiruk-pikuk Jamnas, Karawo menjadi pintu masuk untuk mengenalkan Gorontalo lebih jauh.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Perkuat Sinergi Pendidikan, Fokus Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Karawo menarik perhatian, Pramuka membuka ruang perkenalan, dan generasi muda menjadi pembawa warisan budaya Gorontalo ke panggung Indonesia.(Rls)