Hargo.co.id GORONTALO – Di sisi lain, Mensos Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan kepada Kepala Dinas Sosial untuk segera mendata dan mendaftar para lanjut usia yang layak menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan segera melaporkannya ke Kementerian Sosial untuk di SK-kan dan ditembuskan ke Kementerian Kesehatan dan BPJS.
“Segera masukan datanya, kalau bisa datanya saya akan bawa pulang ke Jakarta, sehingga paling lambat minggu depan kartunya sudah bisa dibagikan, karena saat ini kita memiliki 4,7 juta kartu,†ujarnya pada saat melakukan kunjungan kerja di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Beringin, Kelurahan Hutuo Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/6)
Menurut Khofifah, masih banyak lansia yang belum menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hal itu disebabkan oleh adanya informasi yang tidak jelas di daerah yang menganggap bahwa KIS hanya menjadi kewenangan Kementerian Kesehatan.
“Ini mengakibatkan banyak para Lansia yang layak untuk menerima KIS, justeru belum menerimanya. Informasi itu kurang pas, karena BPJS hanya akan mengeluarkan kartu ini kalau sudah di SK-kan oleh Menteri Sosial,†jelas Mensos Khofifah Indar Parawansa.
Lebih lanjut Khofifah Indar Parawansa juga menekankan agar penerima KIS maupun Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) serta Program Keluarga Harapan (PKH) tak tumpang tindih. Hal itu dimaksudkan agar terjadi pemerataan, dan warga miskin yang terkover dalam program sosial lebih banyak.
“Jangan sampai sudah menerima KIS atau KKS lantas menerima juga dari daerah. Atau sebaliknya. Jangan sampai tumpang tindih,†imbau Khofifah.
Khofifah, juga menambahkan apabila dinas sosial digabung dengan urusan lain maka pelaksanaan program dan anggaran tak akan berjalan maksimal.
“Di dalam urusan sosial ada 26 jenis permasalahan sosial. Nah bagaimana bisa berjalan maksimal bila strukturnya digabung-gabung,†kata Khofifah.
“Ini problem struktural. Memang rata-rata di daerah tingkat dua, kabupaten/kota dinas sosialnya digabung-gabung. Bahkan ada di salah satu daerah dinas sosialnya digabung dengan Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Dukcapil,†sambung Khofifah menuturkan.(san/wan/dan/hargo)
