Sebelas guru besar dari berbagai fakultas menyampaikan orasi ilmiah dalam bidang keilmuan masing-masing. Di antaranya Prof. Dr. Sastro Mustapa Wantu dari Fakultas Ilmu Sosial yang menyampaikan orasi berjudul “Birokrasi dan Demokrasi Menuju Integrasi Nasional.” Prof. Dr. Lukman Abd. Rauf Laliyo dari Fakultas MIPA menyampaikan orasi bertajuk “Mentransformasikan Pembelajaran dari Monolog ke Trialo: Membangun Ekosistem Kolaboratif untuk Pendidikan Berdampak.”
Prof. Dr. Dewi Wahyuni K. Baderan sendiri mengangkat tema lingkungan dalam orasinya berjudul “Mangrove, Harmoni Ekosistem untuk Keberlanjutan Lingkungan Pesisir Gorontalo.”
Sementara itu, Prof. Dr. Netty Ino Ischak mengupas integrasi nutrisi laut dan sains dalam orasi ilmiahnya, dan Prof. Nurdin, SP., M.Si. membahas inovasi kriteria kesesuaian lahan untuk jagung. Penelitian dan orasi mereka tak hanya mencerminkan akademik unggul, tetapi juga kepedulian nyata terhadap daerah.
Berbagai tema penting lainnya juga mencuat, seperti konservasi spesies tumbuhan terancam punah di Sulawesi oleh Prof. Sukirman, serta Geografi pariwisata berbasis kearifan lokal sebagai strategi pembangunan ekowisata berkelanjutan di provinsi Gorontalo oleh Prof. Sunarty Suly Eraku. Prof. Abd Hamid Isa, sebagai tokoh pendidikan masyarakat, menawarkan gagasan membangun ekologi pembelajaran masyarakat desain transformasional menuju literasi sosial berkelanjutan.
Ada juga Prof. Dr. Fitriyane Lihawa dengan topik orasi tentang peran sosial-ekonomi dalam pemulihan DAS dari lahan kritis. Prof. Dr. rer. nat. Mohamad Jahja berbicara tentang polimer terkonjugasi sintesis dan alamiah dari optik non linear menuju aplikasi lingkungan dan material berkelanjutan, sedangkan Prof. Ismail Djakaria dengan topik membangun masa depan dengan statistika metode analisis runtun waktu. Seluruh orasi memperlihatkan betapa keilmuan di UNG makin tajam dan berdampak luas.
Tak kalah menarik, Prof. Sunarty Suly Eraku yang juga dikukuhkan hari itu merupakan istri dari Ketua Senat UNG, Prof. Karmin Baruadi. Dengan orasi ilmiahnya tentang strategi pembangunan ekowisata berbasis kearifan lokal, ia memperkuat sinergi akademik dan keluarga dalam satu panggung prestasi.












