“Kita ketahui bersama bahwa dengan kebijakan kementerian kesehatan yang menyebutkan bahwa satu desa harus memiliki satu ahli gizi untuk penurunan stunting, maka peluang kerja S1 ilmu gizi ini sudah sangat terbuka. Apalagi, untuk Provinsi Gorontalo,” terangnya.
Sementara, terkait penandatanganan MoU yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut, menurut Hartati bertujuan untuk melengkapi beberapa kerjasama yang sudah ada sebelumnya, baik di dalam maupun di luar Povinsi Gorontalo.
“Kerja sama dengan perpustakaan itu untuk akreditasi. Kalau dengan Labkesda itu untuk penelitian dosen dan mahasiswa, demikian juga dengan Rumah sakit Bhayangkara. Sebelumnya kita juga sudah bekerja sama dengan beberapa kampuns besar di Jawa seperti UGM dan lain lain,” ungkap Hartati.
“Saya berharap MoU ini ada implementasi kedepannya, sehingga ada peningkatan kwalitas kinerja perguruan tinggi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hartati berpesan kepada para calon wisudawan untuk selalu menjaga nama baik perguruan tinggi STIKES Bakti Nusantara Gorontalo saat sudah berada di dunia kerja.












