Tak hanya APKLI, Wakil Ketua ISNU Tomi Ishak menyayangkan kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo yang memberi “karpet merah†masuknya Waralaba Alfamart yang akan segera dibuka di beberapa titik wilayah di Kota Gorontalo.
“Kebijakan itu tidak smart untuk kelas pemerintahan yang selama ini jor-joran mengusung visi Smart City,” katanya.
Mengapa tidak smart?, menurut Tomi, kebijakan itu tidak sensitif dengan nasib usaha kecil dan pedagang tradisional yang sangat mungkin tergusur oleh datangnya Alfamart bermodal besar dengan sistem yang sudah lebih mapan.
Apalagi, dalam banyak kasus, Waralaba seperti Alfamart seringkali terhubung dengan rezim monopoli dan kartel. “Di sinilah, kira-kira, smart city-nya Gorontalo diuji untuk benar-benar hadir: menghalau masuknya praktik-praktik persaingan tidak sehat,” tegasnya.
Lanjut dikatakannya, kebijakan itu jauh dari harapan smart city yang bisa dinilai, salah satunya, dari seberapa jauh proses pengambilan keputusan publik memuat dan mendorong sebanyak-banyaknya aspirasi dan partisipasi publik.Â
