Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Oknum Polisi Bandar Narkoba

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 27 Maret 2018 | 10:21 AM Tag: , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Lagi-lagi institusi Polri tercoreng dengan perlakuan anggotanya sendiri. Ya, seorang anggota Polsek Lemito diduga menjadi bandar narkoba. Oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial FD alias Fit ini kini sudah mendekam di sel tahanan Polres Pohuwato. Polisi pun terus melakukan pengembangan.

Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, pengungkapannya berawal dari penangkapan seorang kurir pada Senin (19/3) sekitar Pukul 10.00 Wita. Saat itu, Satuan Narkoba Polres Pohuwato mendapatkan informasi bahwa ada seorang yang bernama AK alias Atu (45), warga Desa Tuweya, Kecamatan Wonggarasi, Pohuwato, melakukan aktivitas penjualan narkoba.

Informasi itu pun kemudian ditindaklanjuti oleh anggota Satuan Narkoba Polres Pohuwato yang dipimpin langsung oleh Kanit I, Aiptu Sit Owen Sumendong bersama tiga orang anggota lainnya. Ketika dilakukan pengembangan informasi, sekitar Pukul 23.30 Wita, akhirnya Atu berhasil ditangkap di Desa Motolohu, Kecamatan Randangan, Pohuwato. Dari tangan Atu, polisi berhasil mengamankan tiga paket klip yang berisikan serbuk kristal bening yang diduga narkoba jenis sabu dan satu buah kaca pirex. Polisi pun langsung menggiring Atu ke Polres Pohuwato untuk dilakukan pengembangan.

Dari pengakuan Atu, ternyata barang tersebut milik seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Lemito yang bertugas sebagai anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (BhabinKamtibmas) di wilayah Kecamatan Wonggarasi berinisial FD alias Fit (38) yang berpangkat Bripka. Mendapatkan informasi itu, polisi yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Iptu Buraerah, yang didampingi oleh Propam dan Paminal Polres Pohuwato, langsung menuju ke Polsek Lemito, Selasa (20/3) sekitar pukul 10.30 Wita.

Ketika berada di Polsek, Iptu Buraerah melakukan interogasi terhadap Fit dan pada saat itu Fit sudah tak lagi mengelak. Dirinya mengakui bahwa barang yang dimiliki oleh Atu merupakan barang miliknya. Tak hanya sampai disitu saja, polisi kemudian menggiring Fit ke rumahnya yang terletak di Desa Wonggarasi Timur, Kecamatan Wonggarasi, Pohuwato.

Pada saat berada di rumah, polisi kemudian melakukan penggeledahan dan mendapatkan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan narkoba. Diantaranya, tujuh sedotan, empat korek api gas, dua kaca pirex, satu buah jarum yang terbuat dari timah rokok dan dua buah handphone serta uang sebesar Rp 3.150.000 yang diduga sebagai uang penjuaan narkoba.

Dari hasil temuan itu, polisi kemudian menggiring Fit beserta sejumlah barang bukti ke Polres Pohuwato untuk kemudian ditindaklanjuti lagi.

Kapolres Pohuwato, AKBP Dafcoriza,SIK melalui Kasat Narkoba Iptu Buraerah mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan satu orang bandar dan satu pengedar, dimana yang menjadi bandar adalah oknum anggota yang bernama FD alias Fit dan pengedar adalah AK alias Atu. “Kami pun berhasil mengamankan barang bukti berupa narkoba dengan berat kurang lebih 1,5 gram dan sejumlah barang bukti lainnya yang berkaitan dengan penggunaan narkoba,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, Bripka Fit dikenakkan Pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara jo Pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. “Perkara ini pada dasarnya masih dalam proses penyidikan lebih lanjut. Meskipun demikian, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Polres Pohuwato,” tegasnya.

Sementara itu, Bripka Fit ketika diwawancarai mengatakan, barang yang dimilikinya diambil dari Sulawesi Tengah (Sulteng) “Biasa hutang dulu. Nanti barang dijemput. Biasanya saya gunakan sendiri. Tapi kalau ada yang minta, saya berikan,” ungkapnya.

Ditanya kenapa bisa menggunakan? Kata Bripka Fit, awalnya hanya coba-coba dan akhirnya mulai menggunakannya. “Hanya coba-coba pertama pak. Tapi sudah mulai saya pergunakan sendiri dan kalau ada yang perlu, saya bagi,” ujarnya.

AK alias Atu sebagai pengedar ketika diwawancarai menyatakan, dirinya baru tiga bulan menggeluti peran sebagai kurir. “Saya baru tiga bulan pak. Saya bawa barang ini, bonusnya narkoba dan bukan uang,” kata Tu yang berprofesi sebagai mekanik alat berat di Pohuwato ini.(kif/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar