Gorontalo

Pasar Murah Bersubsidi jadi Solusi Menjaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru

×

Pasar Murah Bersubsidi jadi Solusi Menjaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
Pasar Murah Bersubsidi jadi Solusi Menjaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru
Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie di pasar murah bersubsidi yang digelar Pemprov Gorontalo, Sabtu (6/12/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kumperindag menggelar Pasar Murah Bersubsidi bagi masyarakat, Sabtu (6/12/2025).

Berita Terkait:  Setahun Kepemimpinan GAS, Refleksi dan Berbagi di Bulan Suci Ramadan

Kegiatan yang menyediakan 1.000 kupon ini dipusatkan di Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah bersama Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Meyke Kamaru.

Idah Syahidah pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Studi Tiru Pengembangan e-Katalog di Jawa Barat

“Pasar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk kepedulian kami pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga bagian dari rangkaian HUT ke-25 Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Idah Syahidah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menyiapkan seribu paket kebutuhan pokok

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Temui Komisaris Garuda Indonesia, Bahas Transportasi Peserta PENAS

yang merupakan aspirasi dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Kamaru.

Ia memaparkan bahwa nilai satu paket sembako sebenarnya mencapai sekitar Rp254 ribu. Namun, berkat subsidi hampir Rp160 ribu dari Pemprov Gorontalo, masyarakat hanya perlu membayar Rp95 ribu.

Berita Terkait:  Program UPTD PPA Diprioritaskan, Wamen PPPA: Gorontalo Harus jadi Contoh Daerah Lain

Wagub juga menegaskan bahwa masyarakat tetap diberi fleksibilitas

untuk membeli bahan pokok secara parsial apabila tidak mampu membeli satu paket penuh.

Berita Terkait:  Prof Sukirman: TPA Regional Sudah Capai Ambang Batas

“Kami memahami bahwa kemampuan setiap warga berbeda-beda. Jadi kalau ada yang tidak punya Rp95 ribu, misalnya hanya Rp50 ribu, silakan beli sesuai kemampuan. Bisa hanya beras, telur, atau ayam. Jangan sampai merasa terbebani, karena tujuan utama pasar murah ini adalah membantu masyarakat,” tegas Idah Syahidah.

Pasar murah kali ini menyediakan tujuh jenis bahan kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi.

Berita Terkait:  Pemda Kabupaten Kota Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

Beras 5 kg seharga Rp25.000, minyak goreng 1 liter Rp10.000, cabai rawit ¼ kg Rp10.000, bawang merah ½ kg Rp10.000,

gula pasir 1 kg Rp10.000, telur 10 butir Rp10.000, serta daging ayam 1 ekor Rp20.000. (Rls) 

Berita Terkait:  Cegah Pernikahan Dini, Langkah Strategis Tekan Pertumbuhan Stunting