JK juga mengakui, para pengikut Gafatar di Kampung Gafatar sebagian besar beragama islam. Namun tidak sedikit juga pengikut yang beragama Kristen, Hindu dan budha.
Namun menurut JK, ajaran agama yang selalu disampaikan kepada seluruh pengikut Gafatar sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.
Seperti tidak diwajibkan untuk berpuasa maupun salat.
Bahkan ironisnya menurut JK, lafadz syahadat pengikut Gafatar saat dibaiat/ disyahkan menjadi anggota Gafatar berbeda dengan agama Islam.
“Saya bersaksi bahwa mesias adalah pembawa risalah tuhan semesta alam,” ujar JK menirukan syahadat anggota Gafatar saat disahkan menjadi anggota Gafatar.(***)
