Hargo.co.id GORONTALO – Belum juga turun, harga beras di Gorontalo diperkirakan akan kembali mengalami kenaikan. Para pedagang memprediksi, tak lama lagi harga bahan pokok tersebut akan melejit disebabkan stok dari para pemasok berkurang.
Raymon, pedagang beras di pasar mingguan saat diwawancarai Gorontalo Post (grup hargo.co.id) mengatakan, saat ini, pasokan beras ke pedagang mulai berkurang yang menyebabkan stok di tingkat pedagang menipis.
“Biasanya saya dapat stok 10 koli per minggu, sekarang cuman 3-4 koli saja,” ungkapnya.
Ia mengaku, alasan para pemasok beras adalah produksi beras di Gorontalo menurun. “Katanya produksi tidak begitu bagus, mereka rata-rata harus antrian di gilingan untuk dapat jatah,” ujarnya.
Tak hanya Raymon, Melinda, pedagang lainnya juga mengatakan, beras yang ada di Gorontalo kebanyakan dikirim oleh pemasok ke sejumlah daerah lain, misalnya Manado.
“Harga pengambilan di Manado katanya lebih tinggi, sehingga itu stok mereka di bagi ke pedagang lokal dan lainnya dijual ke Manado,” ungkapnya.
Sementara itu, sebagaimana pantauan Gorontalo Post, harga beras saat ini, dipatok mulai Rp 8.500-12 ribu per liter. Beras ciheran dijual Rp 8.500-9.000 per liter, beras ladang Rp 9.000-9.500 per liter, superwin Rp 9.500-10 ribu per liter dan beras pandan wangi Rp 11-12 ribu per liter.(dan/hargo)
