Hargo.co.id, GORONTALO – Perpustakaan Melati di Desa Sosial, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, menjadi perpustakaan pertama yang menjalani tahapan visitasi dalam Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Gorontalo 2026.
Visitasi berlangsung Kamis (3/9/2026), dengan tim juri turun langsung melihat kondisi dan aktivitas perpustakaan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai juara pertama tingkat Kabupaten Boalemo.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk menentukan perpustakaan desa/kelurahan terbaik di tingkat Provinsi Gorontalo. Seluruh peserta merupakan perpustakaan terbaik dari masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.
Berbeda dengan penilaian administratif, visitasi memberikan kesempatan kepada tim juri untuk melihat secara langsung bagaimana perpustakaan dikelola dan dimanfaatkan masyarakat.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kondisi sarana dan prasarana, kualitas layanan, pengelolaan koleksi, program kegiatan, inovasi, hingga tingkat pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, pengelola Perpustakaan Melati juga memaparkan berbagai program dan inovasi yang telah dijalankan, termasuk upaya mendorong masyarakat agar menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan pusat aktivitas literasi.
Tim juri terdiri atas tiga unsur, yakni Erna Harmain selaku Pustakawan Ahli Utama pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ampauleng Zainuddin dari unsur akademisi, serta Apris Nawu yang merupakan pegiat literasi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, menegaskan bahwa
perpustakaan desa memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.
Menurut Ridwan, perpustakaan tidak boleh berhenti pada fungsi konvensional sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan harus mampu hadir sebagai ruang pembelajaran, pusat informasi, sekaligus wadah kegiatan masyarakat.
“Perpustakaan desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar, pusat informasi dan kegiatan masyarakat,” ujar Ridwan.
Ia menjelaskan, penguatan peran perpustakaan desa juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Akses terhadap bahan bacaan, informasi, pengetahuan, serta berbagai kegiatan literasi dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Karena itu, Ridwan menyebut lomba perpustakaan desa/kelurahan bukan sekadar ajang untuk menentukan juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memetakan berbagai inovasi dan praktik baik yang berkembang di tingkat desa.
Praktik-praktik tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perpustakaan desa lainnya untuk mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masing-masing.
“Kami berharap perpustakaan yang mengikuti lomba dapat menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan budaya baca, kemampuan literasi dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Kehadiran tim visitasi disambut langsung Kepala Desa Sosial, Abdul Karim Doholio,
bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Boalemo, Mondru Mopangga.
Melalui penilaian lapangan ini, tim juri diharapkan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kinerja setiap perpustakaan peserta.
Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada kelengkapan administrasi,
tetapi juga pada sejauh mana program yang dirancang benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tahapan visitasi selanjutnya akan dilakukan terhadap perpustakaan peserta lainnya yang menjadi perwakilan terbaik dari kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.(Diyanti)












