Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo membantah anggapan bahwa Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, tidak merespons persoalan yang dihadapi peternak ayam broiler di daerah tersebut.
Juru bicara gubernur, David Radjak, menegaskan bahwa gubernur justru telah menemui langsung para peternak usai menghadiri rapat paripurna sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi peternakan lokal.
“Pak Gubernur, Gusnar Ismail tidak tinggal diam. Setelah rapat paripurna beliau langsung bertemu peternak untuk mendengar persoalan yang mereka hadapi,” kata David, Selasa (19/5/2026).
Menurut David, penjelasan gubernur mengenai mekanisme pasar dalam pemberitaan sebelumnya tidak disampaikan secara utuh. Ia menyebut pernyataan tersebut berkaitan dengan batas kewenangan pemerintah daerah dalam menentukan harga komoditas non-pokok, termasuk ayam broiler.
Ia menilai penjelasan itu bukan bentuk lepas tangan pemerintah, melainkan upaya
memberikan pemahaman kepada peternak terkait aturan dan ruang intervensi yang dimiliki pemerintah daerah.
Selain itu, kata David, gubernur juga telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah terkait agar segera menyiapkan langkah penanganan. Beberapa upaya yang sedang didorong antara lain fasilitasi distribusi hasil ternak, penguatan koordinasi antarwilayah, hingga perlindungan terhadap ekosistem peternakan lokal.
“Langkah-langkah itu sementara berjalan. Pemerintah ingin solusi yang realistis dan sesuai kewenangan,” ujarnya.
David turut menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai tidak menggambarkan keseluruhan situasi. Menurutnya, kehadiran gubernur di tengah peternak dan arahan kepada dinas terkait menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap persoalan tersebut.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjut dia, memastikan komunikasi dengan para peternak akan terus dibuka agar berbagai aspirasi dan kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.(Rls)












