Gorontalo

SRIKANDI Digenjot, Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Perkuat Kompetensi Pencatat Surat

×

SRIKANDI Digenjot, Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Perkuat Kompetensi Pencatat Surat

Share this article
SRIKANDI Digenjot, Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Perkuat Kompetensi Pencatat Surat
Pendampingan pencatat surat dalam penggunaan aplikasi SRIKANDI yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Senin (31/8/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Digitalisasi administrasi pemerintahan tidak berhenti pada penggunaan aplikasi. Ketepatan aparatur dalam mencatat, memproses hingga mengarsipkan setiap naskah dinas menjadi bagian penting yang ikut menentukan tertibnya tata kelola pemerintahan.

Berita Terkait:  Gerakan Seniman Masuk Sekolah, Cara Pemprov Jaga Warisan Seni dan Budaya

Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Gorontalo melalui pendampingan penggunaan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) bagi pencatat surat di lingkungan perangkat daerah.

Pendampingan yang dimulai Senin (31/8/2026) dan berlangsung hingga 11 September 2026 itu difokuskan pada peningkatan keterampilan aparatur dalam mengelola persuratan secara elektronik.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Kebut Penetapan WPR dan IPR

Kepala Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, mengatakan penerapan SRIKANDI membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan sistem. Aparatur yang menjadi pelaksana juga harus memahami setiap tahapan pengelolaan naskah dinas.

“Pencatat surat memiliki posisi strategis dalam memastikan setiap naskah dinas tercatat, terkelola, dan diproses sesuai ketentuan,” kata Ridwan, Senin (31/8/2026).

Berita Terkait:  Registrasi Identitas Kependudukan Digital, Gorontalo Tertinggi Nasional

Menurutnya, pencatat surat merupakan pintu awal dalam pengelolaan persuratan. Surat masuk maupun surat keluar harus diregistrasi dengan benar agar proses administrasi hingga penyimpanan arsip dapat berjalan sesuai alur.

Untuk itu, pendampingan tidak dirancang sebatas penyampaian materi. Peserta langsung mempraktikkan penggunaan akun SRIKANDI masing-masing agar pengetahuan yang diperoleh dapat segera diterapkan dalam pekerjaan.

Berita Terkait:  Jaga Nama Baik Daerah Selama Pelaksanaan AMFC

Sejumlah tahapan persuratan menjadi materi utama, mulai dari registrasi naskah masuk dan keluar, pengaturan penomoran otomatis, pembuatan naskah dinas, pengiriman, verifikasi hingga proses penandatanganan secara elektronik.

Ridwan berharap peningkatan kapasitas tersebut melahirkan aparatur yang tidak hanya mampu mengoperasikan SRIKANDI, tetapi juga dapat menjadi penggerak penerapannya di masing-masing perangkat daerah, UPTD maupun satuan pendidikan.

Berita Terkait:  Wujudkan SDGs, Penjagub Rudy Dorong Inovasi Akademika dan Mahasiswa

“Targetnya bukan hanya bisa menggunakan aplikasi, tetapi memahami prosesnya sehingga penerapan SRIKANDI benar-benar mendukung tertib administrasi dan kearsipan,” ujarnya.

Kepala Bidang Kearsipan Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, Syahrudin Porindo, menambahkan bahwa

Berita Terkait:  Soal Ayam Broiler, Jubir Gubernur Sebut Gusnar Pilih Solusi Sesuai Kewenangan

pencatat surat merupakan salah satu titik penting dalam rantai pengelolaan naskah dinas dan arsip dinamis.

Kesalahan pada tahap awal pencatatan, kata dia, berpotensi memengaruhi proses pengelolaan arsip pada tahapan berikutnya.

Berita Terkait:  Lomba Yel-yel HKN ke-61, Kadispora dan Ketua DWP Gorontalo Ditunjuk jadi Juri

“Yang lebih penting adalah memastikan proses persuratan dilaksanakan secara tertib, konsisten, sesuai alur, dan menghasilkan arsip yang autentik, terpercaya serta mudah ditelusuri,” jelas Syahrudin.

Ia menilai, transformasi digital dalam persuratan harus berjalan beriringan dengan penguatan prinsip-prinsip kearsipan. Dengan begitu, digitalisasi tidak sekadar memindahkan pekerjaan administrasi dari dokumen fisik ke aplikasi.

Berita Terkait:  Sekprov Imbau, Kecanggihan Teknologi Dimanfaatkan Secara Arif dan Bijaksana

Penguatan kompetensi pencatat surat diharapkan membuat penggunaan SRIKANDI semakin konsisten dalam aktivitas pemerintahan. Sistem tersebut sekaligus menjadi instrumen untuk membangun administrasi yang lebih modern, efisien dan mudah ditelusuri.

Langkah itu juga diarahkan untuk mendukung penguatan birokrasi yang adaptif serta peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. (Diyanti) 

Berita Terkait:  Kemenhaj Gorontalo Sabet Dua Penghargaan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan