Hargo.co.id, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea murka dengan penemuan menu program makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan di beberapa sekolah tak sesuai SOP, yakni roti yang diduga sudah expired.
Ia pun mengutuk dapur penyedia MBG tersebut. Sebab, hal itu dapat berimbas pada anak-anak sekolah penerima manfaat.
“Ada tiga SD yang ditemukan MBG nya tak beres. SDN 38, 39 dan 41 Hulonthalangi kalau saya tidak salah. Kasihan anak-anak di sekolah itu,” kata Adhan ketika berbincang dengan awak media pada Senin (23/2/2026).
Adhan menambahkan, jika punya wewenang untuk menghentikan penyedia MBG, maka dirinya pasti akan memberhentikannya.
“Mereka hanya mau cari untung yang banyak dan mengorbankan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan daerah,” ketus Adhan.
Dengan adanya peristiwa menu MBG yang tak memenuhi standar gizi ini, bahkan bisa mengancam nyawa anak sekolah, Adhan memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya sekolah untuk meningkatkan sistem pengawasan MBG.
Apabila ada menu yang tak sesuai ketentuan, jangan diterima. Kata Adhan, pihak sekolah tak perlu takut, karena imbasnya cukup fatal.
“Saya tak mau ada kejadian seperti di daerah lain, dimana anak sekolah ada yang keracunan,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media, penyedia MBG di tiga sekolah itu, diduga Yayasan Rumah Nurul Ilmi. Hingga saat ini pewarta tengah berupaya meminta klarifikasi dari yayasan tersebut.(Ndi)












