Jumat, 28 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Insentif Dasawisma, Sekretaris Konsorsium LSM Angkat Bicara 

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Jumat, 17 Desember 2021 | 14:05 PM Tag: , ,
  Sekretaris Konsorsium LSM Boalemo, Noldy Biya. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sekretaris Konsorsium LSM Kabupaten Boalemo, Noldy Biya, turut merasa prihatin dengan adanya kabar yang berhembus, bahwa insentif Dasawisma se-Boalemo, berpotensi tak akan dibayarkan oleh Pemda Boalemo.

Noldy Biya meminta Pemda Boalemo, khususnya TAPD dapat mencarikan solusi, terkait apa yang menjadi tuntutan para Dasawisma bersama para Kepala Desa, pada Rabu, (15/12/2021) lalu di Gedung DPRD Boalemo.

“Saya tak membantah, atau setuju dengan pernyataan Aleg DPRD Boalemo, Harijanto Mamangkey, di salah satu media online, yang mengatakan bahwa insentif untuk Dasawisma, sudah menjadi produk hukum daerah, yaitu Perda RPJMD Kabupaten Boalemo 2017-2022. Itu benar dan saya kira kita semua juga tahu,”kata Noldy Biya, kepada Hargo.co.id, Kamis, (16/12/2021).

Olehnya kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Boalemo ini, Pemda Boalemo harus bisa memenuhi hal tersebut. Apalagi hal itu sudah menjadi janji kampanye Darwis Moridu-Anas Jusuf, pada saat kampanye lalu, sebelum akhirnya dipercaya rakyat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Boalemo terpilih.

“Saya hanya berharap, TAPD bisa mencarikan jalan keluarnya. Saya dengar juga itu gaji tenaga kontrak di Setda, dan insentif untuk para LPM di seluruh Desa di Boalemo juga belum ada, jangan sampai ini menjadi catatan buruk,” katanya.

Bukan hanya itu, takutnya kata Noldy Biya, terkait insentif Dasawisma tersebut, bakal bergulir di meja Aparat Penegak Hukum (APH), seperti pernyataan Kades Bendungan, Mananggu, Ulul Azmi Kadji. Yang menilai ada penyimpangan, apabila yang sudah dibahas dan disetujui bersama dengan DPRD, kemudian tak direalisasikan oleh Pemda Boalemo. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 329 times, 1 visits today)

Komentar