Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat peran Posyandu sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa, tidak hanya di sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, hingga perlindungan masyarakat.
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menegaskan bahwa transformasi Posyandu menjadi kebutuhan mendesak agar mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan tingkat kabupaten tahun 2026 di Grand Bukit Proja.
“Posyandu saat ini tidak lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar. Fungsinya harus berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujar Tonny Junus.
Ia menilai, keberhasilan transformasi tersebut sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya Tim Pembina dan kader Posyandu.
Tanpa kapasitas yang memadai, konsep penguatan Posyandu dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan di lapangan.
Tonny Junus juga menyoroti peran penting Posyandu dalam upaya percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta deteksi dini berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, intervensi awal yang dilakukan di Posyandu menjadi kunci dalam mencegah risiko kesehatan yang lebih serius.
“Di Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak, perbaikan gizi keluarga, hingga edukasi kesehatan dilakukan secara langsung. Ini menjadi garis depan dalam menjaga kualitas generasi kita,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya dukungan terhadap program imunisasi nasional, khususnya kampanye kejar imunisasi campak yang berlangsung hingga April 2026.
Ia mengajak seluruh orang tua untuk aktif membawa anak ke Posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat sebagai langkah perlindungan dini.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kelembagaan Posyandu melalui peningkatan kapasitas kader serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
“Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal harus dijalankan secara optimal. Kita ingin Posyandu benar-benar menjadi motor penggerak dalam pencapaian target pembangunan daerah,” pungkasnya.(Adv)












