Kabar Nusantara

Menteri BUMN Laporkan 4 Perusahaan ke Kejagung Terkait Dana Pensiun

×

Menteri BUMN Laporkan 4 Perusahaan ke Kejagung Terkait Dana Pensiun

Sebarkan artikel ini
Menteri Kejagung
Menteri BUMN Laporkan 4 Perusahaan ke Kejagung Terkait Dana Pensiun. (Dok. FIN.co.id)

Hargo.co.id, JAKARTA – Sebanyak empat perusahaan plat merah dilaporkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melapor ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Empat perusahaan itu dilaporkan karena dana pensiunnya bermasalah, yang menyebabkan negara merugi Rp. 300 miliar.

Berita Terkait:  Polda Gorontalo Laksanakan Pengamanan Kunjungan Capres Nomor Urut Satu

“Jelas dari hasil audit dengan tujuan tertentu kerugian negara Rp 300 miliar. (Kerugian negara tersebut) belum menyeluruh (nanti akan dibuka) oleh BPKP dan Kejaksaan. Artinya bisa lebih besar lagi,” ujar Erick dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (3/10/2023), dikutip dari KOMPAS.com.

Empat perusahaan bermasalah yang dilaporkan oleh Menteri BUMN tersebut,

diantaranya yaitu PT Inhutani (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero),

PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN, dan ID Food.

Berita Terkait:  Pengamanan KTT AIS Forum 2023, Polri: Berjalan Aman dan Lancar

Diketahui sejak lama Kejagung dan BPKP bekerja sama dengan Kementerian BUMN, dalam upaya “bersih-bersih” BUMN, dan bahkan hal ini didukung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Erick mengaku khawatir dan curiga jika dana-dan pensiun yang dikelola oleh

perusahaan BUMN mempunyai indikasi yang sama, setelah berkaca dari

penanganan kasus korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

Berita Terkait:  Berbagi dari Hati, Menguatkan Negeri: Pesan yang Menyentuh di Islami Center

“Saya merasa khawatir dan tetap ada kecurigaan bahwa dana-dana pensiun yang dikelola perusahaan BUMN pun mungkin ada indikasi yang sama. Karena itu, saya bersama wakil menteri, sesmen, dan deputi membentuk tim untuk meneliti ulang apa yang kita khawatirkan itu benar-benar ada,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dari hasil peninjauan yang dilakukan oleh Kementerian BUMN,

terdapat 34 dapen dari total 48 dapen yang dikelola BUMN dalam kondisi sakit.

Berita Terkait:  Umat Buddha Gorontalo Mulai Persiapkan Perayaan Hari Raya Waisak

Untuk saat ini pemeriksaan lebih lanjut pun dilakukan pada empat BUMN dengan audit oleh BPKP.

“Dari empat sampling ini mengambil sampling 10 persen dari sekitar Rp 1,125 triliun. Dan kami menemukan memang transaksi investasi ini beberapa dilakukan tanpa memperhatikan prinsip tata kelola yang baik,” ungkap Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.(mg-19) 

Berita Terkait:  200 Anggota Brimob Sulut Tiba di Pohuwato, 1.329 Personil Gabungan Disiagakan

*) Artikel ini telah tayang di KOMPAS.com, dengan judul “4 Dana Pensiun BUMN Dilaporkan ke Kejagung, Rugikan Negara Rp 300 Miliar“, pada edisi Selasa, 3 Oktober 2023.